AMUNTAI - Meski pemerintah daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara tidak melaksanakan kegiatan Pasar wadai Ramadan 1445 Hijriah tahun 2024, namun sejumlah jalan protokol di Kota Amuntai banyak menjadi lokasi pasar takjil dan kuliner khas ramadan.
Lokasi pasar takjil swadaya milik warga, ini berada di Jalan Empu Jatmika Kelurahan Sungai Malang. Dijalan ini aneka jajanan takjil baik minuman dingin, kue basah dan makanan berat seperti nasi dan aneka lauk bisa dijumpai di jalan ini.
Pemandangan serupa juga terlihat Jalan Palampitan Hilir di Desa palampitan Hilir dan Jalan Abdul Aziz Kelurahan Antasari, dimana kuliner khas ramadan banyak bermunculan di bulan spesial umat muslim ini.
Adan warga Kota Amuntai, yang mencari takjil untuk berbuka mengaku menyukai kue laksa baik yang berkuah gula habang (merah,red) dan kuah gurih atau kare.
“Samosa, pastel, laksa salah satu penganan khas ramadan yang jadi favorit saya saat berbuka puasa nantinya,” ujarnya. Selain Laksa pria yang masih bujangan ini, mengaku berburu minuman seperti es teh dan es buah.
Memilih es sebab cocok dengan kondisi hari ini yang agak panas atau terik cuacanya. Jadi pas buka segar dengan minum es teh atau es buah.
“Ramadan tahun ini tantangan panas . Kalau lapar tidak seberapa. Makanya cari menu berbuka yang manis dan dingin, agar segar,” jawabnya.
Ati salah satu penjual kuliner khas ramadan di Kabupaten HSU, mengaku senang saat bulan suci Ramadan tiba. Dimana jualan takjil nya banyak diburu.
“Yang banyak laku ya Samosa, pastel dan risoles. Karena kualitas dan rasa kami pertahankan jadi satu pastel dan risoles isi daging kami jual Rp 5 ribu dan Samosa isi ayam kami jual Rp 6 ribu,” jawabnya.
Intinya bulan Ramadan tahun ini, lebih berkah. Dua tahun sebelum ada Covid-19, sehingga pembatasan saat itu masih berlaku.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten HSU Hermani Johan, mengimbau kepada pedagang takjil di sejumlah sudut Kota Amuntai, selalu menjaga kebersihan lokasi jualan.
Sebab menjaga kebersihan tidak hanya tanggung jawab dinasnya, namun merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat HSU.
“Kota bersih sanitasi lingkungan juga akan baik. Jualan bersih tentu pembeli juga akan ramai tentunya,” pesannya. (mar)
Editor : Arief