Pedagang kaki lima (PKL) kembali berdagang di tengah Jalan RE Martadinata, area Pasar Wadai Ramadan. Sementara Satpol PP hanya nongkrong di depan gerbang Balai Kota.
***
SELASA (12/3) petang, Pasar Wadai Ramadan di Jalan RE Martadinata, Banjarmasin Tengah resmi dibuka.
Pemko menyediakan 130 stan, 89 stan untuk paguyuban pedagang pasar wadai dan 41 stan untuk sponsor dan UMKM binaan pemko.
Namun, baru hari pertama dibuka, pasar wadai di seberang Balai Kota itu sudah "diinvasi" pedagang kaki lima.
Pantauan Radar Banjarmasin, setidaknya ada lima PKL yang mangkal di tengah jalan, akses utama pengunjung pasar wadai. Kebanyakan berjualan mainan anak-anak.
Padahal sebelum diresmikan, panitia penyelenggara Irfan Thalib menjamin area pasar wadai bakal bebas PKL.
"Sesuai arahan wali kota, jalan di tengah pasar wadai tidak boleh dipakai berjualan," ujarnya, Jumat (8/3) lalu.
Area kaki lima ditempatkan di ujung, di luar area pasar wadai. Jika nekat menggelar lapak dagangan di pasar wadai, akan ditertibkan Satpol PP.
Sayang, pada kenyataannya, usai peresmian sampai jelang waktu berbuka puasa, Satpol PP cuma nongkrong di depan gerbang Balai Kota.
Sementara pos kesehatan dan keamanan yang disediakan panitia tampak kosong melompong.
Suasana hari pertama tampak ramai. Pengunjung berjejal, walaupun turun gerimis.
Salah seorang pengunjung, Suriansyah, mengaku sudah lama menantikan event ini. Ia bahkan memboyong istri dan anak-anaknya.
"Rindu suasana Ramadan seperti ini," ujar warga Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin Timur itu.Sementara itu, lapak wadai milik Anisa langsung ludes dibeli pengunjung. "Ada kue putri keraton, puding bakar dan lain-lain," ucapnya.
Anisa berharap, di hari-hari selanjutnya hingga mendekati lebaran, dagangan mereka tetap laku.
Ketika meresmikan, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina berharap sektor ekonomi dan pariwisata bergeliat dengan kehadiran Pasar Wadai Ramadan.
Menurutnya, rasanya kurang lengkap bila berbuka puasa tanpa hidangan kue manis khas Banjar. "Maka silakan datang dan berbelanja di sini," ujarnya.
Terkait keamanan bahan makanan, Ibnu menjamin, telah dikawal Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
"Pemeriksaannya juga rutin. Jadi di pasar ini mudah-mudahan tidak ditemukan bahan makanan berbahaya atau yang dilarang," ujarnya.
Ibnu juga meminta pedagang dan pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan.
"Di bulan Ramadan ini, kita tidak hanya berusaha membersihkan jiwa dan diri, tapi juga membersihkan lingkungan," imbaunya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief