Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Beras Lokal vs Beras Thailand, Mana Lebih Murah

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Senin, 26 Februari 2024 | 09:59 WIB
BELUM STABIL: Beras Thailand dijual di Pasar Keramat Barabai dengan harga Rp9.500 per liter.(foto:Jamaluddin/Radar Banjarmasin)
BELUM STABIL: Beras Thailand dijual di Pasar Keramat Barabai dengan harga Rp9.500 per liter.(foto:Jamaluddin/Radar Banjarmasin)

BARABAI - Sejak Januari 2024, harga beras di Pasar Keramat Barabai belum stabil.

Salah satu komoditas penyumbang inflasi di Hulu Sungai Tengah (HST) ini harganya masih naik.

Pantauan langsung di pasar, beberapa jenis beras lokal mengalami kenaikan rata-rata Rp1.000.

Rinciannya, beras impor jadi Rp11 ribu per liter dari harga awal Rp10 ribu per liter.

Beras lokal kini dijual Rp13 ribu per liter, harga sebelumnya Rp12 ribu per liter.

Beras Siam Madu naik jadi Rp15 ribu per liter dari harga awal Rp14 ribu per liter.

Beras Siam Unus Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter dan beras super di harga Rp20 ribu per liter.

"Ini semua beras dari Barabai. Sudah dua bulan ini naik. Benihnya langka," kata Rohayati, salah satu pedagang beras di Pasar Keramat Barabai, Senin (26/2/2024).

Karena beras lokal mahal, dia pun menjual beras impor dari Thailand dan Pakistan.

Dua jenis beras ini harganya lebih terjangkau.

"Beras Thailand Rp9.500 per liter sama dengan beras Pakistan. Kami mendapatkan beras ini dari Bulog," tambahnya.

Para pedagang membeli beras impor tersebut dari Bulog dengan harga Rp10.250 per liter.

Setiap pedagang rata-rata mendapat jumlah yang sama.

"Dapatnya 2 ton bisa juga setengah ton. Tujuannya agar masyarakat tetap bisa membeli beras dengan harga murah," jelasnya.

Jika diamati kualitas beras impor jauh lebih baik ketimbang beras lokal di level paling rendahnya.

Harganya juga sangat terjangkau.

"Sebelumnya selalu saja ada pembeli, tapi beberapa hari lalu ada bantuan Pemerintah (pasar murah). Pembeli jadi berkurang," keluhnya.

Menurut para pedagang, kenaikan harga beras terjadi karena para petani di HST gagal tanam karena banjir awal tahun tadi.

"Petani baru menanam, benihnya mati. Jadi ini baru menanam lagi," ujarnya.

"Bila panen tiba, harga beras pasti turun. Biasanya bulan Maret mulai panen," tandasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#beras lokal #Kabupaten HST #Pasar #beras impor #Barabai