Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Begini Kata Kepala BPS HST Tentang Inflasi, Ternyata Ada Untungnya di Sektor Ini

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Kamis, 22 Februari 2024 | 11:15 WIB
PENJELASAN: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) HST, Deddy Winarno saat ditemui Radar Banjarmasin di ruangannya, Kamis (22/2/2024).(Foto:Jamaluddin/Radar Banjarmasin)
PENJELASAN: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) HST, Deddy Winarno saat ditemui Radar Banjarmasin di ruangannya, Kamis (22/2/2024).(Foto:Jamaluddin/Radar Banjarmasin)

BARABAI - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Hulu Sungai Tengah HST, Deddy Winarno menjelaskan inflasi yang tinggi belum tentu buruk dan inflasi rendah belum tentu baik.

Inflasi di Kabupaten HST awal tahun 2024 menyentuh angka 5,18 persen, sementara inflasi nasional 2,57 persen.

Deddy mengatakan jika inflasi tinggi, produsen (penyedia barang) akan diuntungkan. Mereka bisa lebih semangat dalam memproduksi barang dan jasa.

"Contohnya petani akan lebih semangat dalam bercocok tanam, karena hasil pertanian harganya tinggi," jelasnya saat ditemui Radar Banjarmasin, Kamis (22/2/2024).

Kebalikannya, jika terjadi deflasi, maka yang diuntungkan konsumen, sedangkan produsen akan merugi.

Termasuk pelaku UMKM, karena hasil produksinya dijual murah.

Deddy menambahkan inflasi yang paling bagus yakni yang terkendali, di mana antara produsen dan konsumen dua-duanya sama diuntungkan.

"Inflasi itu dilihat dari tiga hal, yaitu inflasi tahunan, inflasi bulan pertama awal tahun dan bulan terakhir tahun sebelumnya (month to month), terakhir inflasi tahun kalender," jelasnya.

Di HST, inflasi bulan ke bulan pada Januari 2024 dibandingkan Desember 2023 mencapai 1,18 persen. Sedangkan target nasional 0,04 persen.

"Tapi perlu digarisbawahi, penyebab inflasi awal Januari 2024 karena bencana banjir. Area pertanian terganggu, area produksi holtikultura terganggu. Supply demand-nya ya pasti terganggu," tambahnya.

Deddy menjelaskan pertumbuhan ekonomi HST termasuk yang baik.

Itu sebabnya, tahun 2024 HST menjadi salah satu titik pengamatan laju inflasi, sekaligus sebagai salah satu tulang punggung ekonomi di Banua Enam.

"Karena HST fokus di sektor pertanian dan perkebunan. Sedangkan, di daerah lain mengandalkan sektor pertambangan," bebernya.

Dalam upaya pengendalian inflasi, pihaknya memberikan saran agar tim pengendalian inflasi daerah (TPID) bisa mengatur supply demand dan distribusi.

Contohnya ada kenaikan harga beras, harus dilihat di hulunya. Apakah petani mengalami gangguan hama atau lain-lain. Kemudian pendistribusian apakah lancar?

"Di sektor demand dilihat apakah ada lonjakan permintaan. Misalnya menjelang Ramadan bahan pokok naik. Ini wajar karena biasa ada persiapan menjelang Ramadan," tandasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#barang dan jasa #Kabupaten Hulu Sungai Tengah #inflasi #produsen #badan pusat statistik (bps)