BANJARMASIN - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Banjarmasin di tahun 2023 mengalami peningkatan.
Bila di tahun 2022 mencapai 2.487 wisman, pada tahun kemarin mencapai 3.895 wisman.
"Meningkat sebanyak 1.408 orang," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Puryani, Rabu (17/1).
Apa yang membuat Banjarmasin ramai dikunjungi? Puryani menjawab, lantaran banyak fasilitas objek wisata yang telah dibenahi pemko.
"Contoh wisata susur sungai yang kini ditopang shelter," ujarnya.
Kemudian, Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) yang kian paham bagaimana cara melayani wisatawan agar mereka merasa aman dan nyaman.
"Tentu juga berkat promosi yang gencar," tukas Puryani.
Masih mengacu data yang sama, kunjungan wisman terbanyak terjadi pada bulan Maret 2023. Yakni 456 orang. Paling sedikit pada April, hanya 159 orang yang datang.
Sementara pada 2022, paling banyak di bulan Oktober, sebanyak 384 orang. Dan paling pada Maret, cuma 81 orang.
Lalu, bagaimana dengan kunjungan wisatawan lokal? Rupanya juga mengalami peningkatan. Pada 2022 berjumlah 1.178.056 orang. Naik menjadi 1.583.582 orang pada tahun 2023.
Disinggung apa yang bakal dilakukan untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara dan nusantara, Puryani mengaku sudah memiliki strategi.
Pertama, menonjolkan wisata berbasis heritage atau peninggalan masa lampau. Contoh, menghidupkan kembali kampung-kampung tua di Banjarmasin.
Seperti kampung tua di kawasan Sungai Jingah. "Kami ingin menjadikan sejumlah bangunan rumah di situ menjadi cagar budaya," ungkapnya.
Puryani mengungkap, ada beberapa ahli waris rumah yang bersedia agar rumahnya dijadikan cagar budaya.
"Nanti kami bikinkan payung hukumnya. Warga boleh menjual rumah itu, tapi tidak boleh mengubah atau menambah-nambah bangunan. Supaya tetap terjaga keasliannya," ujarnya.
Kedua, membuka Museum Kayuh Baimbai. Museum di Muara Kelayan ini akan menjadi salah satu persinggahan dalam rute susur sungai.
"Kelamaan di perahu wisata, wisatawan mungkin capek dan bosan. Jadi mesti dikoneksikan dengan wisata di darat. Seperti menyambangi Masjid Sultan Suriansyah, Kubah Basirih, dan museum," lanjutnya.
Terakhir, membuka diri untuk event nasional dan internasional. Dengan catatan, jangan sampai membebani APBD.
"Kami ingin pendanaan event menggandeng pihak ketiga. Kami sedang getol mengupayakannya. Kita harus realistis dengan kondisi keuangan daerah saat ini," tekannya.
Akibat keuangan daerah defisit, pemko terpaksa harus me-refocusing APBD 2024.
Puryani telah merasakan dampaknya. Dia mengatakan, event Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) takkan bisa digelar dalam waktu dekat.
"Biasanya kan bulan Maret, kami geser ke Juni. Rencananya, bertepatan dengan tiga tahun kepemimpinan Wali Kota Ibnu Sina dan wakilnya Arifin Noor," ungkapnya.
Dan tidak akan semewah tahun-tahun sebelumnya. "Kita berdayakan artis lokal, acaranya juga tidak terlalu wah," tutupnya.
Kunjungan Wisatawan Meningkat
WISATAWAN MANCANEGARA
2022: 2.487 orang
2023: 3.895 orang
WISATAWAN NUSANTARA
2022: 1.178.056 orang
2023: 1.583.582 orang
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief