PELAIHARI – Serbuan wisatawan ke objek wisata di Kabupaten Tanah Laut (Tala) benar-benar terjadi selama libur Tahun Baru. Dari tiga tempat wisata yang dikelola Pemkab Tala, Pantai Batakan Baru paling banyak dikunjungi.
Bahkan sejak Senin (1/1) pagi, pihak pengelola terpaksa mengalihkan arus wisatawan yang ingin masuk ke Pantai Batakan Baru ke lokasi wisata lain. Pengunjung sudah melebihi kapasitas alias overload.
Kepala Bidang Destinasi pada Dinas Pariwisata (Dispar) Tala, Khairil Fahmi mengatakan total wisatawan ke objek wisata yang berjarak 40 kilometer dari pusat Kota Pelaihari itu sebanyak 8.500 pengunjung. "8.500 wisatawan itu dari tanggal 30 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024 malam," ucapnya.
Jumlah tersebut, sambungnya, bisa saja bertambah apabila pengunjung diperbolehkan masuk. "Sejak malam tadi, terjadi antrean yang luar biasa panjang untuk bisa masuk ke Pantai Batakan Baru. Karena overload, maka kami tutup sementara sejak pagi tadi," bebernya.
Pantauan Radar Banjarmasin dari malam hingga pagi, para wisatawan terus berdatangan menuju Pantai Batakan Baru. Ada yang berhasil masuk. Ada pula terpaksa putar balik untuk mencari lokasi wisata lain, karena tak tahan panjangnya antrean.
Fahmi mengatakan tempat wisata lain yang juga ramai dikunjungi adalah Pantai Takisung. Jumlah pengunjung 2.100. Berikutnya, Air Terjun Bajuin 1.152 pengunjung.
Kapolsek Panyipatan, Iptu Sulkani mengakui arus masuk ke Pantai Batakan Baru sempat ditutup beberapa jam. Guna mengurai kemacetan dari pukul 11.00 hingga 14.00 Wita, para wisatawan yang ingin pulang dialihkan jalannya menuju Jalan Desa Kuala Tambangan, Kecamatan Takisung.
"Sejak pukul 14.00 Wita, arus lalu lintas mulai lancar kembali. Sebagian wisatawan juga sudah bisa masuk ke Pantai Batakan Baru maupun Batakan Lama," terangnya.
Arus lalu lintas juga padat di ruas jalan A Yani Kota Pelaihari hingga tadi malam. Kepadatan ini terjadi karena banyaknya wisatawan dari luar Tala yang ingin kembali ke rumahnya masing-masing. Namun, kepadatan masih bisa diatasi petugas gabungan.
Editor : Eddy Hardiyanto
Editor : Arief