Mereka berhasil membudidayakan papuyu di aliran Sungai Kemuning menggunakan keramba. "Ada 12 ribu bibit ikan yang dibagi ke dalam tujuh keramba saat ini kami kembangkan," kata Ketua Pokmas Pelangi, Sudarmin.
Ia mengungkapkan, bibit papuyu itu mereka tebar pada Oktober 2022 lalu. "Saat ini sudah masuk waktu panen dengan kondisi badan yang gemuk dan sehat," ungkapnya.
Jika ditimbang, satu ekor ikan beratnya mencapai 95 gram. "Kata petugas penyuluh perikanan, itu masuknya grade A, dan pertumbuhannya sama seperti papuyu di alam liar," ujar Sudarmin.
Menurutnya, itu keberhasilan besar karena dapat membuat papuyu gemuk meski dirawat di dalam keramba. "Papuyu ini bernilai ekonomis tinggi, apabila berhasil akan sangat menguntungkan," jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, pemberian pakan dilakukan dua kali dalam sehari yakni pagi dan sore. Ketika masuk usia tiga bulan bisa diselingi dengan pakan alami, seperti daun kangkung atau pepaya yang dicincang halus. "Selingan itu selain sehat juga mengurangi biaya pakan pabrikan," imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Guntung Paikat Muhammad Arifin menyebut, walau sudah waktunya panen tapi ia menyarankan pokmas tak menjual terlebih dahulu, karena musim kemarau ini masih banjir ikan papuyu di pasaran.
"Karena waktunya kurang tepat jadi masih kami tahan untuk penjualannya, tapi kalau harga sudah membaik kisaran Rp45 ribu sekilo," pungkasnya. (mr-159/yn/ris) Editor : Arief