Pemkab Tapin tak ingin buru-buru membukanya. Mengingat RS itu masih memerlukan bangunan tambahan dan sarana penunjang.
Setidaknya, tanggal peresmian sudah ditentukan. Pada 6 September 2023 nanti.
"Kami ingin Menteri Kesehatan yang meresmikannya," kata Bupati Tapin, M Arifin Arpan, kemarin (31/7).
Kalaupun berhalangan hadir, sekurang-kurangnya seorang wakil menteri. "Besar harapan kami Menkes lah yang datang," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Tapin, Yamani menegaskan masyarakat pemegang kartu BPJS Kesehatan harus menjadi prioritas rumah sakit di Jalan Tarantang, Tapin Utara ini.
"Dari segi pelayanan juga harus ekstra bagus. Karena percuma membangun rumah sakit baru tapi pelayanannya masih di bawah standar," tegasnya.
Maka yang pertama harus diadakan adalah sumber daya manusia yang berkualitas. "SDM sangat penting. Kalau tidak, rumah sakit baru tersebut akan gagal. Kami akan kawal," janjinya.
RS baru ini dibangun dengan dana pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Utang sebesar Rp148,6 miliar.
Rp125 miliar untuk infrastruktur, Rp23,6 miliar untuk pengadaan alat kesehatan. Dimulai pada 2020, jangka waktu pinjaman selama empat tahun.
Di sini, ada tiga gedung yang dibangun. Gedung A berisi poliklinik, kafetaria, kantor, dan aula. Gedung B berisi UGD, laboratorium radiologi, farmasi, dan ICU. Lalu gedung C untuk ruang rawat inap dan pemulasaran jenazah.
Kawasan di sekitar rumah sakit ini terus berkembang. Jalan-jalan sudah dibangun. Ditambah masjid, rumah dokter, dan kantor Dinas Kesehatan. (dly/gr/fud) Editor : Arief