Teken kontrak pemenang lelang dilakukan pada 17 Juli lalu. Proyek ini menelan anggaran Rp117 miliar.
Nilai itu turun jauh dari yang awalnya dianggarkan sebesar Rp243 miliar. Setelah dirampingkan, berkurang lebih separuhnya, sekitar Rp126 miliar.
"Alhamdulillah bisa disederhanakan. Dari awalnya Rp243 miliar. Dan juga dari pagu awal sebesar Rp120 miliar, menjadi Rp117 miliar setelah dilelang," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Ahmad Solhan usai rapat kerja dengan Komisi III DPRD Kalsel, kemarin (26/7).
Proyek ini dikerjakan lewat skema tahun jamak (multiyears), ditarget rampung 2024 mendatang. "Tahun depan sudah bisa digunakan untuk ibadah keagamaan," ujarnya.
Dijelaskannya, sejak ibu kota provinsi pindah dari Banjarmasin ke Banjarbaru, di sana belum memiliki masjid raya.
Di Kota Idaman, saat ini baru berdiri masjid agung. "Pembangunan masjid raya ini salah satu prioritas kami untuk tahun ini dan tahun depan," tegasnya.
Berdiri di atas lahan seluas 11,5 hektare, Solhan menjamin, masjid ini bakal ikonik.
Arsitekturnya akan mengedepankan kearifan lokal. Berbentuk limas. Sirkulasi udara dan pencahayaannya dengan sistem terbuka.
"Masjid ini nantinya dapat menampung sekitar lima ribu orang," sebut Solhan.
Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Sahrujani mengingatkan, PUPR harus merampungkan program prioritasnya dengan tepat waktu. "Bukan hanya masjid ini, tapi program prioritas lain juga harus dituntaskan," kata politikus Partai Golkar itu. (mof/gr/fud) Editor : Arief