Yani mengatakan proses pembayaran digital ini diinisiasi Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin. "Apalagi sekarang ini digitalisasi pembayaran telah banyak diberlakukan," ucap Yani saat ditemui Radar Banjarmasin Rabu (11/07) siang.
Dijelaskannya, mekanisme pembayaran non tunai ini tidaklah sulit dilakukan. Yakni pengunjung hanya cukup memindai barcode pembayaran dilanjutkan dengan konfirmasi pembayaran.
Nantinya, notifikasi pembayaran akan diterima langsung petugas. Lalu, petugas akan menyerahkan karcis tanda masuk kepada pengunjung kolam Idaman. Uang yang disetorkan lewat transaksi uang elektronik itu akan masuk ke rekening daerah di Bank Kalsel. "Penyetorannya nanti dari Bank Kalsel ke kas daerah," sebut Yani.
Lantas, jika telah menerapkan pembayaran Q-Ris apakah pembayaran tunai tetap diterapkan? Yani membenarkan hal ini. Ini artinya, pembayaran tiket masuk di kolam Idaman bisa dilakukan non tunai maupun tunai.
Yani mengaku optimis dengan adanya penerapan pembayaran non-tunai ini. Pasalnya tidak akan ada kebocoran dalam setiap transaksi yang dilakukan di sana. "Untuk kolam renang ini PAD kita selalu capai target," pungkasnya.
Penerapan uang elektronik ini mendapat respon positif dari pengunjung Kolam Renang Idaman Banjarbaru. Salah satunya adalah Ahdalena. Perempuan yang berprofesi sebagai karyawan swasta itu mengaku sangat terbantu dengan keputusan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru itu.
Ahdalena mengaku hampir setiap dua minggu sekali doa membawa adik dan keponakannya berenang di sana. "Soalnya saya jarang membawa uang tunai jadi lebih enak pakai pindai barcode. Nggak susah cari uang pas," ujarnya. (zkr/yn/ram) Editor : Arief