Kehadiran para pemain inti menjadi pusat perhatian. Sebab di sana ada Agla Artidilia, Halisa Naura, Ian Kasela, Mathias Muchus, M Dhiki Syafi’i dan banyak lagi.
Film yang disutradarai Jay Sukmo itu bakal tayang serentak di bioskop Indonesia pada 20 Juli mendatang. Digadang-gadang menjadi film favorit keluarga.
Bergenre drama petualangan, film ini hasil kolaborasi rumah produksi Radepa Studio bersama Pemko Banjarmasin.
Mengisahkan tiga anak bernama Bunga, Aria dan Kejora yang bertekad meraih cita-cita. Sayangnya, keinginan mereka terhalang restu orang tua.
Gala premiere itu dirangkai dengan acara temu sapa pengunjung dan media. Juga menonton bersama di lima studio pada dua sesi berbeda.
Kepada wartawan, Jay Sukma menuturkan, film ini berangkat dari proses yang panjang. Diadaptasi dari dari novel berjudul serupa karya anak Banua, Miranda, mahasiswa kedokteran Universitas Lambung Mangkurat.
"Adaptasi skenario dan riset budaya sejak empat tahun lalu, dilanjutkan dengan proses praproduksi selama 1,5 bulan. Proses yang panjang," jelas Jay.
Film ini menggambarkan Kalimantan Selatan dari hulu ke hilir. Loksado dan Banjarmasin dipilih menjadi tempat syuting.
"Ini film tentang anak-anak Banjarmasin, semoga masyarakat mencintai produk sendiri dengan ramai menonton film ini," harap Jay.
Harapan senada juga diungkap Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. Menurutnya, film JSS diniatkan untuk memotivasi anak muda Kalsel agar berani bermimpi.
"Film ini didedikasikan bagi anak-anak di Banua. Film ini mengukir sejarah baru bagi Banjarmasin," ujarnya.
Sementara itu, salah satu pemain, Mathias Muchus berterima kasih kepada para media partner. Tak terkecuali Radar Banjarmasin. Menurutnya, peran media sangat menentukan keberhasilan film ini.
"Support terus Jendela Seribu Sungai, film ini semakin berarti dengan dukungan media," pungkasnya. (tia/gr/fud) Editor : Arief