Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bisnis Thrifting masih Menjanjikan di Banjarmasin

Arief • Selasa, 30 Mei 2023 | 08:43 WIB
DIPADATI PENGUNJUNG: Aktivitas jual beli pakaian Thrif di Pasar Minggu, belakang Kantor Pos Banjarmasin. | Foto: Raudah Anisya/Radar Banjarmasin
DIPADATI PENGUNJUNG: Aktivitas jual beli pakaian Thrif di Pasar Minggu, belakang Kantor Pos Banjarmasin. | Foto: Raudah Anisya/Radar Banjarmasin
BANJARMASIN- Upaya Pemerintah menyetop impor pakaian bekas ke Indonesia sepertinya belum berdampak pada bisnis pakaian bekas bermerek atau Thrifting di Kota Banjarmasin. Salah satu pebisnis Thrifting di Kota Banjarmasin yang rutin mangkal di Pasar Minggu, belakang Kantor Pos Banjarmasin, Akhmad Faisal, mengaku dirinya sampai saat ini tidak kesulitan mencari pakaian Thrifting di tingkat distributor.

"Masih lancar stoknya, harganya pun belum ada kenaikan. Masih tetap sama, tergantung jenis pakaian Thrift yang diorder," ungkapnya.

Dirinya mengaku mendapatkan pasokan pakaian Thrift dari distributor yang ada di Jakarta dan Surabaya. "Biasanya saya beli beberapa karung. Sekitar Rp3 juga hingga Rp5 jutaan per karung, tergantung jumlah dan jenis barang yang ada di dalamnya," jelasnya.

Faisal menjelaskan berbisnis pakaian Thrif dilakukannya karena tergiur dengan keuntungan yang diperoleh. Dalam sekarung pakaian Thrift yang dibelinya, biasanya keuntungan yang didapatnya mencapai 50 persen lebih. "Apalagi kalau isinya dalam karungan itu banyak yang bagus semua, keuntungan yang diperoleh bisa mencapai 100 persen," tambahnya.

Diakuinya, walau momen Lebaran sudah berakhir, penjualan pakaian Thrif masih bagus. Bahkan, kini pasarnya tidak hanya personal, tapi juga merambah ke beberapa butik. "Para pebisnis butik juga sekarang banyak menjual pakaian Thrif. Mereka bahkan berani beli dengan harga tinggi kalau menemukan pakaian Thrift merek ternama," sambungnya.

Sementara itu, pebisnis pakaian Thrif lainnya di Kota Banjarmasin, H Siddiq, juga mengakui sampai hari ini bisnisnya lancar-lancar saja. Namun, dari sisi persaingan memang sangat kompetitif. Apalagi, saat ini pebisnis Thrift sudah semakin banyak dan jauh beda kondisinya jika dibanding setahun yang lalu. "Agar bisa bertahan, saya harus cepat menyediakan aneka varian pakaian Thrift agar konsumen tidak bosan. Saya tidak hanya berjualan di toko, tapi juga rutin mengikuti pasar kaget di beberapa tempat di Kota Banjarmasin," tukasnya.(sya/ij/oza) Editor : Arief
#Thrifting #Fashion