Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Prospek Ekonomi Kalimantan Selatan Tetap Terjaga

Arief • Rabu, 30 November 2022 | 19:06 WIB
Photo
Photo
BANJARMASIN - Di tengah dinamika tantangan eksternal dan domestik, perekonomian Kalsel masih melanjutkan kinerja positif sebagaimana ditunjukkan oleh perekonomian yang tumbuh melebihi kinerja tahun 2021. Pertumbuhan ekonomi Kalsel pada Triwulan III 2022 tercatat sebesar 5,59% (yoy) dan secara keseluruhan tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Kalsel diprakirakan akan berada pada rentang 4,80% - 5,20% (yoy) dengan semua sektor ekonomi memberikan kontribusi positif.

Hal tersebut dipaparkan Bimo Epyanto Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022 yang digelar di Mahligai Pancasila, Rabu (30/11)

Dijelaskan Bimo, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi membawa konsekuensi terhadap inflasi. Inflasi Kalsel pada 2022 diprakirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 dan berada di atas rentang target 3% ± 1% terutama berasal dari supply shock sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat yang masih terjaga.
"Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi pasca Pandemi Covid-19, perlu diwaspadai berbagai tantangan yang perlu diantisipasi pada tahun 2023," jelasnya.

Tantangan yang diantisipasi Pertama, potensi peningkatan tekanan inflasi yang tidak saja muncul dari kesenjangan antara sisi penawaran dan permintaan domestik, namun juga berasal dari dinamika global antara lain ketegangan geopolik yang terus berlanjut sehingga mengganggu mata rantai pasok perdagangan global.

Kedua, kenaikan suku bunga yang agresif dari negara-negara maju akan berdampak terhadap pasar keuangan, terutama emerging markets, akibat gelombang outflow dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia

Ketiga, potensi perlambatan ekonomi global akibat menurunnya permintaan dari negara tujuan ekspor yang mengakibatkan keterbatasan pasokan pada gelombang berikutnya.

Keempat, fenomena strong dollar imbas dari kenaikan suku bunga The Fed akan memberi tekanan bagi Rupiah; dan Kelima, menurunnya persepsi investor ditengah ketidakpastian kondisi global.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Ir. Roy Rizali Anwar, S.T., M.T. menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dapat mendukung dan mempromosikan berbagai peluang investasi dan hilirisasi demi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang berkelanjutan.

"Selain itu, Pemprov Kalsel perlu mendorong pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan, khususnya bahan pangan, dengan memperhatikan karakteristik produktivitas di setiap Kab/Kota di Kalimantan Selatan serta implementasi Kerjasama Antar Daerah (KAD)," pungkasnya.

Sementara itu, PTBI 2022 merupakan refleksi jalinan kerjasama antara Bank Indonesia dan seluruh stakeholders dalam upaya mewujudkan stabilitas makroekonomi, serta memfasilitasi akselerasi pertumbuhan ekonomi secara sehat dan berkesinambungan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan terus berkontribusi nyata melalui kolaborasi, sinergi dan inovasi untuk terus membangun perekonomian Kalimantan Selatan.(sya) Editor : Arief
#bank indonesia #bi