"Sayangnya, di distributor stoknya kosong. Kabarnya karena kebanyakan pesanan," sebut pemilik Graha Soccer, M Noval Nugraha kemarin (18/11).
Toko kaus bola ini berada di Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara.
Noval yakin, orderan semakin tinggi setelah babak grup penyisihan berakhir. "Kebiasaannya begitu," ujarnya.
Dia bisa optimis sebab pandemi sudah berakhir. Noval merasakan betul betapa sepinya pembelian jersey saat Piala Eropa (Euro 2021) digelar.
"Dulu karena covid, ekonomi juga sedang tak baik-baik saja. Alhamdulillah sekarang mulai ramai kembali," ujarnya.
Sesuai hukum ekonomi, harga jersey pun mulai naik. "Sebelumnya Rp160 ribu per lembar, sekarang Rp200 ribu lebih," sebutnya.
Timnas favorit seperti Argentina, Brasil, Jerman, Perancis, Spanyol dan Portugal masih yang paling diburu. Tapi banyak juga yang mencari Jepang dan Korea Selatan.
"Momen seperti ini (Piala Dunia) seperti berkah bagi saya," ujarnya.
Sebab, penjualan jersey negara sangat berbeda dengan jersey klub. Tanpa Piala Dunia, dalam sepekan, selembar pun tak terjual. "Berbeda dengan jersey liga, dalam sepekan laku sepuluh," tukasnya.
Pesanan besar biasanya datang dari hotel atau kantor yang menyelenggarakan nonbar. "Mereka ingin ikut menyemarakkan," tutupnya.
Beralih ke toko jersey online, Muhammad Danial Adam mengatakan, pesanan masih normal.
Dia memprediksi, permintaan baru naik ketika Piala Dunia sudah memasuki babak gugur. "Kalau baru mulai, frekuensinya memang masih normal," ujar pedagang jersey asal Banjarmasin ini.
Salah seorang penggila bola, Darwis mengaku sudah membeli jersey Spanyol sejak dua bulan lewat. "Karena saya sudah berpengalaman, kalau membeli jelang pertandingan, harganya pasti mahal," selorohnya. (mof/gr/fud)
Editor : Muhammad Helmi