Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kisah Sukses Owner Majelis Kopi, Tujuh Bulan Cari Modal Jualan

Muhammad Helmi • Jumat, 11 November 2022 | 13:49 WIB
Mikail Hamid
Mikail Hamid
Majelis Kopi, nama ini tak asing bagi kalangan muda-mudi di sekitar Banjarbaru. Siapa sangka Majelis Kopi itu bermula dari keputusasaan owner, Mikail Hamid (25) yang tak bisa menyelesaikan kuliahnya di Kota Bandung.

Ketika pulang ke Kalimantan, Mikail mulai mencari kegiatan. Karena terbawa suasana Bandung yang penuh dengan pusat kuliner sampai coffee shop, ia pun menemukan ide. “Akhirnya ketemu ide untuk buka usaha di bidang food and beverage,” katanya.

Jalan tak ringkas. Mikail terlebih dahulu mengumpulkan modal pelan-pelan. Sebut saja berjualan jam online, cincin atau aksesoris murah meriah lain. Sampai sekitar tujuh bulan akhirnya modal pun terkumpul. “Pokoknya kerja apa saja yang bisa menghasilkan uang. Gak kenal gengsi,” jelasnya.

Dari perjuangan Mikail itu, Majelis Kopi pun akhirnya dibangun akhir tahun 2016 dan berdiri awal 2017. Hingga kini sudah mempunyai dua cabang. “Cabang pusat di Banjarbaru, satu lagi di Bunyamin Residence Banjarmasin pal 7,” katanya.

Nama Majelis Kopi sendiri terinspirasi dari keluarga Mikail yang mempunyai majelis agama di rumah. Majelis itu sudah berjalan rutin sekali seminggu sejak tahun 2016. “Sejak itu saya putuskan menamakan Majelis Kopi,” ujar Mikail.

Tak selalu berjalan mulus. Fase sulit pun pernah ia alami. Di masa pandemi dan pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) contohnya. Menurutnya itu fase terberat yang pernah ia alami.

Seolah tak mempunyai pilihan lain, saat itu Majelis Kopi antara lanjut dan terus merugi atau harus gulung tikar. Namun Mikail mengingat kembali perjuangan awal merintis usahanya sebagai motivasi. “Itu menjadi alasan kuat untuk terus bertahan,” katanya.

Enam bulan lamanya Mikail memakai uang pribadi untuk biaya gaji tim dan membeli kebutuhan lain. Baru ketika PPKM dilonggarkan, gerak ekonomi perusahaan kembali berputar walau pelan. “Namun di waktu itu pesaing mulai muncul. Tapi tidak masalah. Rezeki sudah diatur,” jelasnya.

Dia dan tim pun selalu memberi pelayanan terbaik untuk pelanggan setia mereka. Dari memberi menu baru sampai promo menarik untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

Keluarga sebagai motivasi Mikail untuk bekerja. Menurutnya segala sesuatu harus diusahakan. Selain itu, dia pun merasa nilai usahanya bermanfaat baru orang banyak.

“Alhamdulillah bisa menghasilkan rezeki untuk tim saya,” kata dia‪.

Semakin melebarkan sayap. Majelis Kopi di cabang pusat Banjarbaru saat ini ada beberapa tambahan. Mulai carwash untuk mobil dan motor, rental playstation premiere, ice cream, sampai jual beli mobil bekas.

“Selanjutnya mungkin saya akan menambahkan mini room untuk karaoke dengan ruangan Full AC agar customer bisa menikmati beberapa pilihan yang kita sediakan di Majelis kopi,” rencananya.

Menyadari tantangan di depan, Mikail berharap Majelis Kopi beserta anak perusahaannya bisa bertahan dan selalu berkembang. Menjadi satu kesatuan yang kuat dan teguh.

“Karena saya yakin ke depan, tidak akan mudah. Namun pasi dengan kayakinan dan kerja keras hasilnya insya Allah akan sesuai,” harapnya. (mr-157/yn/bin)

Editor : Muhammad Helmi
#Ekonomi Bisnis