Hal ini diungkapkan Iti, pedagang ikan asin Tenggiri setempat. Ia menjual ikan hasil tangkapan suami dan anaknya yang bekerja sebagai nelayan. Jenis ikan asin yang ia jual bermacam-macam.
Dua jenis yang paling laku yakni Telang Papan dan Telang Tenggiri. Kedua jenis ikan asin tersebut sampai saat ini masih berada di tingkat harga yang stabil.
“Ikan asin Telang papan saya jual Rp70 ribu per kilogram, sementara ikan asin Telang Tenggiri di harga Rp110 ribu per kilogram,” tutur perempuan yang telah berdagang selama 20 tahun itu.
Ia menuturkan harga ikan asin Telang Tenggiri sempat meroket beberapa bulan lalu. Untuk tingkat pemasok, harga ikan asin Telang Tenggiri pernah berada di harga Rp200 ribuan per kilogram. “Itu harga tertinggi selama saya berjualan puluhan tahun, belum lagi harga eceran pasti lebih tinggi,” tuturnya.
Dengan harga tersebut, tak heran jika harga ikan ini sempat dipatok Rp240 ribu per kilo untuk tingkat pengecer. Beruntung keadaan itu tak berangsur lama, sebab musim ikan tersebut tiba pada Agustus tadi. “Jadi stoknya banyak, dan harganya pun bisa turun ke harga normal kembali hingga saat ini,” ujarnya.
Minat beli masyarakat dan pengunjung kawasan wisata religi itupun meningkat. Iti menuturkan, pembelinya tak hanya datang dari kawasan Kabupaten Tala, melainkan para pembeli partaian dan pengunjung wisata. “Alhamdulillah penjualan kembali ramai,” tuntasnya.
Salah seorang pembeli, Eki membeli ikan asin Telang Tenggiri untuk dibawa pulang ke Banjarmasin. Menurutnya, momen wisatanya ke Tanjung Dewa tak lengkap jika tak membawa buah tangan. “Mumpung di Tanjung Dewa, saya beli saja ikan asin ini buat dibawa pulang, harganya juga jauh lebih ekonomis,” tuntasnya.(tia) Editor : Muhammad Helmi