“Kami percaya semua orang berhak dapat kesempatan. Apapun latar belakangnya, apapun tingkat pendidikan dan bagaimanapun kondisi fisiknya. Jangan sampai keterbatasan jadi hambatan untuk berkarya. Kami sangat terbuka untuk setiap orang yang ingin bekerja, tidak peduli jika hanya lulusan SD, SMP ataupun punya latar belakang profesi yang sangat berbeda sekalipun,” ungkap Manajer Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru, M Roy Amazon.
Kesempatan untuk berkarya dan bekerja di Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru diberikan kepada Aspi Hani Rusdy. Aspi merupakan staff bellboy di Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru. Di sela kesibukannya, Aspi ternyata atlet difabel berprestasi. “Aspi pernah menekuni cabang olahraga angkat berat dan pernah meraih juara III di ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Kalsel 2017 di Kabupaten Tabalong. Selain itu, Aspi juga pernah menyabet gelar juara di ajang olahraga badminton difabel,” sebutnya.
Selain Aspi, masih ada staff lain yang juga diberikan kesempatan untuk bekerja dan berkarya di Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru. Diantaranya ada yang berlatar belakang pendidikan Ponpes, tamatan SMP, dan mantan Debt Collector. M Roy Amazon yang juga sempat menjadi calo angkutan umum pada 1996–2000. Pekerjaannya itu dilakukannya di sela-sela waktu sekolahnya semasa SMA dan kuliah agar bisa bertahan dikerasnya kehidupan Jakarta.
“Lengkapnya fasilitas Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru harus dikemas dengan pelayanan bintang lima. Peningkatan kualitas SDM harus selalu dijaga dan semua karyawan dengan latar belakang apapun harus bisa diajak berprogress bersama. Kami belajar bahwa tidak ada batasan untuk berkarya, dan kepercayaan diri bisa jadi jembatan untuk jaya. Kita mungkin jauh dari kesempurnaan, tapi kita berhak punya kesempatan untuk raih keberkahan,” tandasnya.(zuh) Editor : Arief