Pasar semakin ramai sejak pukul 15.30 Wita, di mana hampir setiap lapak pedagang takjil, ramai diserbu pembeli.
Ana Fitria, salah satu penjual takjil di Jalan Empu Jatmika mengaku gembira dapat kembali berjualan takjil di bulan Ramadan 1443 H ini.
"Tahun ini saya bisa berjualan dengan lebih tenang, dan untuk masyarakat pun lebih nyaman saat membeli makanan-makanan, sebab lebih santai dibandingkan tahun kemarin," ucapnya, pada wartawan koran ini.
Lanjut Ifit, sapaan akrabnya mengakui, pada penjualan Ramadan, kali ini mengalami peningkatan hingga 30 persen dari tahun sebelumnya.
"Kalau tahun kami rasa untuk peningkatan penjualan sudah jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya, mungkin ada sekira 30 persen kenaikannya," ungkapnya.
Adapun berbagai penganan kue khas Banjar yang ia jual seperti wadai sarikaya, hula-hula, lapis india, sari muka, bingka kentang, bingka tapai, bingka tumis dan masih banyak lagi, yang dipatok dengan harga Rp15 ribu hingga Rp35 ribu per potong.
Sementara itu, Ahdiyat salah satu warga pemburu takjil, mengaku senang dengan kue takjil yang dijual di Pasar Takjil Empu Jatmika.
"Murah, enak dan segar, jadi pertimbangan berburu takjil di HSU," tandasnya. (mar) Editor : Arief