Maulana Akbar mengatakan, bahwa referensi membuat pakan ternak ini tidak sendiri, tapi dari rekannya sesama peternak di Lampung.
“Jadi, setelah kita uji coba, ternyata memang bisa memangkas biaya operasional dari segi pakan,” ucapnya, Senin (21/3).
Biasanya dalam 10 hari hanya memakai ampas tahu, pakannya untuk 25 ekor kambing sekira 50 kilogram, tahannya hanya 2 hari saja. Tapi, dengan campuran solid sawit, 50 kilogram pakan bisa dipakai untuk 4 hari.
“Dari segi pertumbuhan daging pada kambing juga mengalami kenaikan. Setelah dicoba, ternyata dalam 3 hari beratnya naik sebanyak 240 gram usai ditimbang,” tuturnya.
Untuk solid sawit sendiri, pihaknya dibantu oleh perusahaan sawit yang ada di wilayahnya. Mereka siap membantu secara gratis asal untuk kepentingan masyarakat.
“Memang sebelumnya kita yang coba meminta bantuan ke perusahaan, ternyata memang dibantu,” jelasnya.
Camat Binuang, Eko Haryono merasa sangat senang peternak Tapin dapat berinovasi untuk mengembangkan usaha ternak miliknya. Apalagi ini sejalan dengan rencana Pemerintah Kabupaten Tapin
“Terlebih menggunakan bahan baku yang terdapat di Kabupaten Tapin, seperti solid sawit, ampas tahu, dan rumput,” tuturnya.
Sementara Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Yulia Asni Kurniawati, menanggapi inovasi yang dibuat warga Desa Pulau Pinang. Menurutnya, inovasi ini salah satu pemecahan masalah pakan ternak.
“Kita ketahui saat ini pakan ternak sulit didapat, karena rumput sulit ditemui,” bebernya.
Karena sudah ada inovasi seperti ini, ia berjanji pihak BBPP Binuang akan melakukan pengkajian, bekerja sama dengan Universitas Islam Kalimantan (Uniska) dan Universitas Brawijaya.
“Supaya pakan ternak dengan bahan dasar ampas buah sawit dapat dikembangkan dengan skala besar khususnya di Kalimantan Selatan,” harapnya.
Ia berjanji, kalau setelah penelitian ternyata hasilnya bagus, mereka pun akan menyosialisasikan kepada semua peternak yang ada di Kalimantan Selatan.
“Supaya keinginan agar swasembada daging di Kalimantan Selatan tercapai,” harapnya. (dly) Editor : Arief