"Mari terus kita kembangkan perkebunan sawit di Banua Kalsel dengan standar baik. Saya harapakan apa yg sudah didapatkan dapat dipertahankan dengan baik," kata Gubernur Sahbirin Noor, di Rattan Inn, Senin (21/3) siang tadi. Usai menyerahkan sertifikat ISPO kepada anak perusahaan Jhonlin.
Menurut Sahbirin, masa depan industri kelapa sawit di Kalsel amat potensial. Menjadi penopang ekonomi rakyat di banyak sektor.
"Industri dari hulu ke hilirnya menyerap begitu banyak tenaga kerja. Ini yang harus kita syukuri," ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum GAKPI Edi S Binti menegaskan. Setiap perusahaan sawit harus memiliki sertifikat ISPO. Sebagai tanda, kegiatan usahanya berwawasan lingkungan yang baik.
"Ini yang harus kita jaga," ujarnya.
Sekadar diketahui, ada perusahaan anak Jhonlin Group yang dapat sertifikat itu. PT KAM dan PT ACL.
Dirut PT Syarif Rafinda menjelaskan. Raihan ISPO tidak mudah. Mereka harus diaudit sebanyak tiga kali. Melibatkan semua karyawan perusahaan.
"Penghargaan ini bukan sekedar keberhasilan memperoleh sertifikasi, namun juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan dukungan kepada para pemangku kepentingan. Kami akan tetap berkomitmen terhadap produksi sawit yang berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar mengapresiasi capaian Jhonlin Group tersebut.
"Ini merupakan sebuah prestasi dalam memberikan kontribusi dalam pembangunan sawit yang Insya Allah tentu mendorong perekonomian. Penyerahan sertifikat ISPO hari ini menjadi indikator sekaligus jaminan bahwa usaha yang dilakukan oleh EAS dan Jhonlin Group patut dibanggakan," ujarnya. (zal) Editor : Arief