Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jemaah Umrah Tetap Jalani Karantina

Arief • Jumat, 18 Februari 2022 | 18:25 WIB
MUSKOT: Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifi n Noor kembali pimpin Persatuan Gateball Indonesia (Pergatsi) Kota Banjarmasin periode 2024-2027. | FOTO: M IDRIS JIAN SIDIK/RADAR BANJARMASIN 
MUSKOT: Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifi n Noor kembali pimpin Persatuan Gateball Indonesia (Pergatsi) Kota Banjarmasin periode 2024-2027. | FOTO: M IDRIS JIAN SIDIK/RADAR BANJARMASIN 
BANJARMASIN – Pemerintah berencana akan menghapus ketentuan wajib karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) mulai 1 April 2022. Namun, apakah wacana penghapusan karantina juga diberlakukan bagi para jemaah yang melaksanakan ibadah umrah?

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel, H Muhammad Tambrin melalui Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Rusbandi, mengaku hingga kini pihaknya belum menerima pemberitahuan secara resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

“Tidak ada pemberitahuan secara resmi baik dari Kemenlu maupun Kemenag RI, sampai sekarang belum ada mengenai hal itu, alias masih tetap,” katanya, Kamis (17/2) siang.

Rusbandi menjelaskan, karantina masih diberlakukan kepada para jemaah umrah. Dari Banjarmasin ke Jakarta karantina selama satu hari, kemudian dari Jakarta ke Madinah maupun Jeddah selama lima hari. Begitu pula sebaliknya saat pulang, dari Jeddah atau Madinah ke Jakarta selama lima hari. “Totalnya masih sebelas hari masa karantina,” jelasnya.

Dia berharap, ke depan pandemi Covid-19 bisa cepat berlalu. Sehingga masyarakat yang ingin menjalankan ibadah ke Tanah Suci Mekkah dapat berjalan seperti sedia kala. Sejauh ini meski diliputi pandemi, animo masyarakat Banua yang ingin pergi umrah masih tinggi.

Terbukti ketika ada salah satu travel penyelenggara umrah yang menyelenggarakan latihan manasik, meski jumlahnya belum bisa maksimal, namun mereka sangat antusias mengikuti proses pelatihan yang diajarkan.

Karena selama dua tahun tidak ada pemberangkatan umrah, Kanwil Kemenag Kalsel mengimbau kepada travel perjalanan haji dan umrah di Kalsel memprioritaskan para jemaah yang tertunda berangkat pada dua tahun lalu.

“Kemenang imbau travel memberangkatkan jemaah yang tertunda selama dua tahun,” ujarnya. Apakah ada batasan minimal maupun maksimal usia jemaah yang boleh berangkat umrah? Rusbandi menjelaskan hanya batasan usia minimal 18 tahun, sedangkan maksimal tidak dibatasi.

“Kalau di bawah 18 tahun tidak diperbolehkan, sedangkan maksimalnya tidak dibatasi. Dengan syarat sehat secara fisik, dibuktikan dengan tes kesehatan termasuk tes kesehatan bebas Covid-19,” ujarnya.

Ketua Forum Komunikasi Penyelenggaraan Umrah dan Haji (FK PAUH) Kalsel, Saridi Salim mengungkapkan, jika pemerintah pusat benar-benar memberlakukan kebijakan itu, harusnya juga berlaku bagi para jemaah umrah. Karena jemaah yang melaksanakan ibadah sama-sama bepergian ke luar negeri.
“Pasti kita minta perlakuan yang sama, jangan ada diskriminasi. Sebagai anak bangsa juga punya hak yang sama,” tegasnya.

Menurut Saridi, kalaupun ada jemaah yang baru pulang menjalankan ibadah positif terpapar Covid-19, tidak seharusnya menjalani karantina di Wisma Atlet, tapi bisa dilaksanakan di rumah masing-masing.

Sebab, ongkos yang dikeluarkan para jemaah untuk menjalani karantina tidak murah. “Beribadah itu bukan impor virus, pelaksanaan umrah juga sudah dijalankan dengan prokes ketat,” tandasnya.

Ia berharap dengan adanya kebijakan itu dapat kembali meningkatkan animo masyarakat yang ingin berangkat umrah. Sebelum pandemi, berdasarkan data, jumlah jemaah dari Kalsel yang berangkat umrah mencapai 35 ribu per tahun. Tapi, sekarang jauh menurun. “Saat ini masih dalam hitungan 1.000-2000 saja,” ucapnya.

Harapan ke depan, kondisi semakin membaik, masyarakat dapat menjalankan ibadah umrah seperti biasanya. “Semoga pandemi cepat berlalu,” tutup Saridi. (gmp) Editor : Arief
#umrah #Travel Umrah