Bangunan terletak di Jalan A Yani, Km 28, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru tersebut tetap difungsikan, namun tidak ada kaitannya dengan kegiatan haji.
Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Haris Fadhillah mengatakan, ketika kasus Covid-19 melonjak di Kalsel, gedung di asrama haji sempat dijadikan lokasi karantina warga yang terinfeksi virus corona.
"Waktu itu khusus pasien yang tidak bergejala. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi, karena kasus Covid-19 di Kalsel melandai," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.
Tidak lagi digunakan untuk tempat karantina, dia menyampaikan, kini Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin kembali dimanfaatkan menjadi tempat penginapan. "Sama dengan sebelum pandemi. Kalau tidak ada pemberangkatan haji, maka gedung dan kamar di sini disewakan," ucapnya.
Harga sewa kamar di asrama haji ujar dia bervariasi, mulai dari Rp180 ribu sampai Rp400 ribu per malam. Paling mahal di Gedung Jabal Rahmah, karena fasilitasnya berstandar hotel bintang tiga.
Selain Gedung Jabal Ramah, di lokasi asrama haji ini juga terdapat gedung Madinah, Mina, Marwah, Bir Ali, Muzdalifah dan Arafah.
Sementara itu, Kasi Kerja Sama pada UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Rif'an menuturkan, pada awal tahun ini tamu yang menginap di asrama haji masih sepi. "Karena dinas dan instansi belum ada kegiatan pada awal tahun ini," tuturnya.
Tamu yang menginap di asrama haji ujar dia, sebagian besar berkelompok ketika menggelar kegiatan di sana. "Kalau ada kegiatan kelompok beberapa hari, baru ada yang menginap. Tapi kalau menginap individu, jarang," ujarnya.
Oleh karena itu, dia berharap tahun ini ada pemberangkatan jemaah haji. Sehingga, gedung-gedung di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin dapat berfungsi normal kembali. "Sampai sekarang belum ada informasi, kapan ada pemberangkatan jemaah haji," pungkasnya. (ris/by/ran)
Editor : Arief