Padahal tak sedikit mobil mewah yang ada di Kalsel. Sayangnya kebanyakan berplat nomor non DA. Kebanyakan berplat Jakarta (B). Pada akhirnya, pajak tahunan pun tak masuk ke Kalsel. Kenapa para maniak mobil mewah ini enggan merubah plat nomor kendaraan mereka?
Salah satu pemilik kendaraan roda empat jenis jeep dengan plat B menuturkan, ini bukan soal uang. Dia memberi alasan, dengan plat B ketika dijual kembali nilainya tidak begitu jatuh.
Ini berbeda jauh dengan mobil biasa. Justru nilai jualnya lebih tingga jika berplat Kalsel. "Kendaraan lain saya bayar di Kalsel kok,” ujar pengusaha yang enggan namanya dikorankan. "Kalau yang sering gonta ganti, pasti mikirnya kesana,” tukasnya.
Menurutnya, tak ada larangan pemakaian plat nomor luar. Toh sebutnya, mereka juga bayar pajak ke negara. “Yang salah itu kalau tak dibayar pajaknya,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Ikhsan, pemilik sedan bermerk asal Eropa keluaran terbaru itu mengaku bukan tak ingin melakukan pemindahan ke plat nomor DA. Alasannya sebutnya adalah, dia tak ingin ketika dijual harganya akan turun jauh.
Pengalamannya saat menjual mobil mewahnya yang sudah berplat DA, harga jualnya turun sampai Rp10 juta, dibandingkan milik rekannya yang kondisinya serupa namun berplat B. “Makanya saya biarkan saja. Apalagi kalau plat B kesannya yang memakai orang ibu kota negara,” selorohnya.
Sementara, Juki, salah satu pemilik showroom mobil di bilangan Jalan Ahmad Yani Km 10 mengatakan, plat nomor Jakarta memang bergengsi bagi sebagian orang. Kendaraan asal Jakarta pun nilai tukarnya pun jauh lebih murah. “Kalau mobil biasa (bukan mobil mewah), kadang banyak yang mencari ke Jakarta. Bedanya belasan juta bahkan ada yang sampai puluhan juta,” sebutnya.
Apalagi, sekarang untuk pengisian pajak kendaraan bermotor terangnya sudah sangat mudah. Beberapa showroom pun ada yang menyediakan jasa pembayaran pajak hingga perpanjangan lima tahun. “Hal ini yang membuat orang malas ganti plat Kalsel. Hitung-hitung biaya balik nama lumayan besar,” katanya.
Begitu juga dengan kendaraan mewah, dia mengungkapkan tak sedikit mereka yang juga malas melakukan balik nama karena terbilang mahal. “Bisa sampai puluhan juta, apalagi mereka kadang mengedepankan prestise. Akhirnya dibiarkan,” ucap Juki.
Terpisah, Plt. Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah Bakeuda Kalsel, Deddy Shandy Z mengungkapkan, puluhan mobil mewah ada di Kalsel tanpa melakukan balik nama ke plat DA. Sayangnya, yang hanya melakukan balik nama hanya 1 unit merek Lamborghini.“Mau bagaimana. Padahal jika mereka mau mengganti plat nomor Kalsel, bisa sebagai pemasukan daerah,” ucapnya kemarin.
Dia mencontohkan, untuk satu Lamborghini, pemasukan pemprov dari satu mobil mewah itu hampir Rp1 miliar. “Biaya balik namanya sekitar Rp800 juta lebih. Pajaknya sekitar Rp130 juta, bayangkan kalau yang lain seperti itu,” katanya.
Terlebih, tahun ini pihaknya mengejar target pendapatan dari sektor kendaraan bermotor yang tak sedikit. Dia mengungkapkan, target bea balik nama kendaraan bermotor tahun ini nilainya mencapai Rp542 juta. Sementara pajak kendaraan bermotor targetnya sebesar Rp805 juta lebih.
“Kalau pemilik kendaraan mewah sadar dan mau melakukan balik nama. Target itu bisa dicapai,” harapnya. (mof/by/ran) Editor : Arief