Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Relokasi Pasar Induk Amuntai Belum Prioritas

Arief • Rabu, 19 Januari 2022 | 12:53 WIB
WACANA: Pasar Induk Amuntai,  salah satu roda penggerak ekonomi rakyat di kawasan Banua Anam dan provinsi tetangga, Kalteng dan Kaltim. (Foto: Muhammad Akbar/Radar Banjarmasin)
WACANA: Pasar Induk Amuntai, salah satu roda penggerak ekonomi rakyat di kawasan Banua Anam dan provinsi tetangga, Kalteng dan Kaltim. (Foto: Muhammad Akbar/Radar Banjarmasin)
AMUNTAI - Lahan yang luas untuk membangun sebuah pasar berkonsep modern di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menjadi kendala. Sebab, daerah ini merupakan salah satu kabupaten di Kalsel yang luas wilayah perairan dan rawa mencapai 84 persen dari luas daratan.

Plt Kepala Diskoperindag-UKM M Yani mengatakan, pihaknya belum ada wacana untuk merelokasi Pasar Induk Amuntai ke kawasan baru dengan konsep pasar modern. "Kendala di sini, jelas lahan yang sangat terbatas. Kedua apakah pedagang mau menempati bangunan pasar apabila dipindahkan," katanya.

Menjawab rusaknya sejumlah sarana dan prasarana di Pasar Induk Amuntai, tercepat adalah rehabilitasi secara bertahap. Tahun 2021 menggunakan dana APBD lewat Dinas PUPRP HSU, biaya rehab lebih dari Rp 3 miliar.

Item tersebut meliputi, biaya pembuatan drainase dari lantai tiga sampai lantai dasar, melakukan pemasangan plafon di beberapa blok pasar dan termasuk perbaikan dinding yang keropos di beberapa titik.

"Kalaupun direlokasi, tentu membutuhkan dana yang cukup besar. Perkiraan kami kemungkinan mencapai Rp 100 miliar. Jadi relokasi belum prioritas," ucapnya.

Budi Lesmana, pengamat sosial, mengatakan, relokasi pasar bukan solusi utama saat ini. Sebab kemungkinan menimbulkan penolakan dari pedagang Pasar Induk Amuntai. Terlebih saat pandemi Covid-19, masyarakat juga mengalami penurunan daya beli yang berdampak pada merosotnya omset.

Terlebih, lanjutnya, untuk merelokasi pasar, Pemkab HSU memerlukan biaya yang luar biasa. Sementara kemampuan finansial daerah terbatas. (mar) Editor : Arief
#Pasar