Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Apa Itu Milia? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tia Lalita Novitri • Selasa, 24 Februari 2026 | 13:00 WIB

PUTIH: Milia adalah benjolan kecil berwarna putih yang kerap muncul di permukaan wajah. (Foto: Freepik)
PUTIH: Milia adalah benjolan kecil berwarna putih yang kerap muncul di permukaan wajah. (Foto: Freepik)

 

RADAR BANJARMASIN – Milia sering kali terlihat seperti bintik putih kecil di permukaan kulit, terutama di area bawah mata, pipi, atau dahi.

Sekilas menyerupai jerawat, tetapi milia tidak bisa dipencet begitu saja karena terbentuk dari penumpukan keratin yang terperangkap di bawah lapisan kulit. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, namun dapat mengganggu penampilan.

Agar kulit kembali halus dan bersih, berikut beberapa tips mengatasi milia yang dapat diterapkan dengan cara aman.

Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori dan memicu terbentuknya milia. Gunakan eksfoliator dengan kandungan AHA atau BHA ringan untuk membantu mempercepat regenerasi sel kulit.

Namun, eksfoliasi tidak boleh dilakukan berlebihan karena justru dapat merusak skin barrier. Cukup 1–2 kali seminggu agar kulit tetap sehat tanpa iritasi.

Produk perawatan dengan tekstur terlalu berat atau terlalu oklusif dapat meningkatkan risiko milia, terutama di area bawah mata. Pilih pelembap dan krim mata yang ringan, cepat menyerap, dan tidak menyumbat pori.

Label non-comedogenic bisa menjadi pertimbangan dalam memilih produk. Semakin ringan teksturnya, semakin kecil kemungkinan terjadinya penumpukan yang memicu bintik putih.

Berbeda dengan jerawat, milia tidak memiliki lubang di permukaan kulit sehingga tidak bisa dikeluarkan dengan cara dipencet. Memaksa mengeluarkannya sendiri justru berisiko menyebabkan luka, infeksi, atau bekas kehitaman.

Jika milia cukup mengganggu, tindakan ekstraksi sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional menggunakan alat steril agar lebih aman.

Baca Juga: Perbedaan Purging, Breakout, dan Iritasi yang Wajib Kamu Tahu

Retinol dikenal mampu membantu mempercepat pergantian sel kulit dan mencegah penyumbatan pori. Penggunaan retinol secara rutin dan bertahap dapat membantu mengurangi milia serta memperbaiki tekstur kulit.

Karena sifatnya cukup aktif, retinol sebaiknya digunakan di malam hari dan diawali dengan konsentrasi rendah. Jangan lupa mengimbangi dengan pelembap dan sunscreen di siang hari.

Untuk milia yang menetap atau jumlahnya cukup banyak, perawatan di klinik kecantikan bisa menjadi pilihan. Dokter biasanya melakukan prosedur kecil seperti ekstraksi steril atau tindakan ringan lainnya untuk mengeluarkan isi milia.

Tindakan profesional umumnya cepat dan minim risiko jika dilakukan oleh tenaga berpengalaman.

Membersihkan wajah dua kali sehari penting untuk mencegah penumpukan kotoran dan minyak yang bisa memperburuk kondisi kulit. Gunakan pembersih yang sesuai jenis kulit agar keseimbangan alami tetap terjaga.

Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga pori tetap bersih dan mengurangi risiko munculnya milia baru. Milia memang tergolong masalah kulit ringan, tetapi tetap membutuhkan penanganan yang tepat.

 

Editor : Tia Lalita Novitri
#tips #penampilan #Keratin #Kecantikan #kulit wajah #milia #tidak percaya diri #profesional #jerawat #perawatan #mengganggu #percaya diri