RADAR BANJARMASIN - Rambut rontok setelah melahirkan adalah kondisi yang sangat umum terjadi.
Perubahan hormon selama kehamilan membuat rambut terasa lebih tebal dan jarang rontok, namun setelah persalinan, kadar hormon estrogen menurun drastis sehingga rambut yang tertahan selama hamil mulai rontok secara bersamaan.
Kondisi ini dikenal sebagai postpartum hair loss dan biasanya terjadi 2–4 bulan setelah melahirkan. Meski terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya bersifat sementara.
Namun, tetap saja rambut yang menipis bisa membuat rasa percaya diri menurun. Agar rambut tetap terlihat cantik dan terawat, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.
- Gunakan Sampo yang Menguatkan Akar
Saat rambut sedang rontok parah, hindari sampo dengan kandungan terlalu keras yang dapat membuat kulit kepala semakin kering. Pilih sampo dengan formula lembut yang mengandung bahan penguat akar seperti biotin, keratin, atau ginseng untuk membantu menjaga kekuatan rambut.
Membersihkan kulit kepala dengan benar juga penting agar folikel rambut tidak tersumbat minyak dan kotoran. Kulit kepala yang sehat menjadi fondasi utama agar pertumbuhan rambut baru bisa lebih optimal.
- Kurangi Penggunaan Alat Styling Panas
Catokan, hair dryer bersuhu tinggi, dan curling iron bisa memperparah kerontokan karena membuat batang rambut semakin rapuh. Jika memungkinkan, biarkan rambut kering alami atau gunakan hair dryer dengan suhu rendah.
Selain itu, hindari proses kimia berlebihan seperti bleaching atau smoothing saat rambut sedang dalam fase rontok. Memberi “waktu istirahat” pada rambut membantu proses pemulihan berjalan lebih baik.
- Pilih Gaya Rambut Bervolume
Potongan rambut juga berpengaruh besar pada tampilan keseluruhan. Model bob pendek, layer ringan, atau shoulder length sering kali membuat rambut terlihat lebih tebal dibandingkan rambut panjang lurus tanpa bentuk.
Hindari mengikat rambut terlalu kencang karena dapat menarik akar dan memperparah kerontokan. Gaya rambut loose atau half-up bisa menjadi pilihan agar tetap rapi tanpa memberi tekanan berlebih pada kulit kepala.
Baca Juga: Tips Merawat Rambut Agar Tebal, Sehat, dan Tidak Mudah Rontok
- Penuhi Asupan Nutrisi
Setelah melahirkan, tubuh membutuhkan waktu untuk pulih, termasuk dalam hal keseimbangan nutrisi. Kekurangan zat besi, protein, dan vitamin tertentu dapat memperparah kerontokan rambut.
Pastikan asupan makanan bergizi seimbang, seperti sayuran hijau, telur, ikan, dan kacang-kacangan. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter mengenai suplemen yang aman, terutama bagi ibu menyusui.
- Rutin Lakukan Pijatan Kulit Kepala
Memijat kulit kepala secara lembut dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan merangsang pertumbuhan rambut baru. Gunakan ujung jari (bukan kuku) dan pijat perlahan selama beberapa menit sebelum atau saat keramas.
Kebiasaan sederhana ini tidak hanya baik untuk kesehatan rambut, tetapi juga membantu relaksasi di tengah kesibukan mengurus bayi. Stres yang berlebihan juga bisa memicu kerontokan, sehingga relaksasi menjadi bagian penting dari perawatan.
- Gunakan Hair Tonic atau Serum Kulit Kepala
Hair tonic atau serum khusus kulit kepala bisa membantu memperkuat akar rambut dan merangsang pertumbuhan rambut baru. Pilih produk yang diformulasikan untuk mengatasi hair fall dan aman digunakan pasca melahirkan.
Gunakan secara rutin sesuai petunjuk agar hasilnya maksimal. Namun, tetap realistis karena pertumbuhan rambut membutuhkan waktu. Konsistensi jauh lebih penting daripada hasil instan.
- Tetap Tenang dan Bersabar
Hal terpenting adalah memahami bahwa rambut rontok pasca melahirkan umumnya bersifat sementara. Dalam banyak kasus, pertumbuhan rambut akan kembali normal dalam 6–12 bulan setelah persalinan.
Jangan terlalu panik atau stres berlebihan karena hal tersebut justru bisa memperburuk kondisi rambut. Fokus pada perawatan yang tepat dan beri waktu tubuh untuk beradaptasi secara alami.
Editor : Tia Lalita Novitri