Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bingung Pilih Skincare? Kenali Dulu Kandungan Aktifnya

Tia Lalita Novitri • Rabu, 18 Februari 2026 | 11:30 WIB
AKTIF: Ada banyak jenis serum wajah berdasarkan klasifikasi bahan aktifnya. (Foto: Freepik)
AKTIF: Ada banyak jenis serum wajah berdasarkan klasifikasi bahan aktifnya. (Foto: Freepik)

RADAR BANJARMASIN - Industri kecantikan terus berkembang dengan berbagai inovasi formula yang semakin canggih.

Di balik klaim mencerahkan, menghaluskan, atau anti-aging, terdapat bahan aktif yang bekerja secara spesifik pada kulit.

Memahami kandungan aktif dalam skincare sangat penting agar kamu bisa memilih produk sesuai kebutuhan, bukan sekadar ikut tren.

Berikut beberapa bahan aktif terpopuler yang paling banyak dijumpai dalam produk skincare beserta fungsinya.

Niacinamide atau vitamin B3 menjadi salah satu bahan aktif paling populer karena multifungsi dan relatif aman untuk berbagai jenis kulit. Kandungan ini dikenal mampu membantu mencerahkan kulit, menyamarkan noda hitam, mengontrol produksi minyak, serta memperkuat skin barrier.

Keunggulan niacinamide adalah sifatnya yang lembut sehingga cocok digunakan pagi maupun malam hari. Selain itu, bahan ini juga mudah dikombinasikan dengan kandungan lain seperti hyaluronic acid dan retinol, sehingga sering ditemukan dalam serum maupun moisturizer.

Hyaluronic acid terkenal sebagai bahan yang mampu mengikat air hingga berkali-kali lipat dari beratnya sendiri. Fungsinya utama adalah menjaga kelembapan kulit agar tetap kenyal, plump, dan tidak mudah kering.

Bahan ini sangat cocok untuk semua jenis kulit, termasuk kulit berminyak sekalipun. Kulit yang terhidrasi dengan baik akan terlihat lebih sehat dan garis halus pun tampak lebih tersamarkan.

Retinol merupakan turunan vitamin A yang populer dalam produk anti-aging. Kandungan ini bekerja dengan mempercepat regenerasi sel kulit, membantu menyamarkan garis halus, kerutan, serta memperbaiki tekstur kulit.

Namun, retinol perlu digunakan secara bertahap karena bisa menyebabkan iritasi pada awal pemakaian. Biasanya digunakan pada malam hari dan wajib diimbangi dengan penggunaan sunscreen di pagi hari.

Baca Juga: Kenapa Skincare Mahal Belum Tentu Cocok? Ini Penjelasannya

Vitamin C dikenal sebagai antioksidan kuat yang membantu melawan radikal bebas akibat paparan sinar matahari dan polusi. Selain itu, kandungan ini efektif dalam membantu mencerahkan kulit dan menyamarkan hiperpigmentasi.

Pemakaian vitamin C secara rutin dapat membuat kulit tampak lebih glowing dan merata. Untuk hasil optimal, pilih produk dengan kemasan tertutup rapat agar kandungan tidak mudah teroksidasi.

AHA (Alpha Hydroxy Acid) dan BHA (Beta Hydroxy Acid) merupakan bahan eksfoliasi kimia yang berfungsi mengangkat sel kulit mati. AHA biasanya lebih cocok untuk kulit kering dan kusam karena bekerja di permukaan kulit.

Sementara itu, BHA lebih efektif untuk kulit berminyak dan berjerawat karena mampu menembus pori-pori dan membersihkan minyak berlebih. Penggunaan keduanya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit agar tidak menyebabkan iritasi.

Salicylic acid termasuk dalam golongan BHA dan sangat populer untuk mengatasi jerawat. Kandungan ini membantu membersihkan pori-pori, mengurangi minyak berlebih, serta meredakan peradangan pada kulit berjerawat.

Bahan ini sering ditemukan dalam toner, serum, hingga facial wash khusus kulit acne-prone. Namun, penggunaannya tetap perlu dibatasi agar tidak membuat kulit terlalu kering.

Ceramide berfungsi menjaga dan memperbaiki skin barrier. Kandungan ini membantu mempertahankan kelembapan alami kulit dan melindunginya dari iritasi serta polusi lingkungan.

Produk dengan ceramide sangat cocok untuk kulit sensitif atau yang mengalami kerusakan barrier akibat over-exfoliation. Kulit yang barrier-nya sehat akan terasa lebih kuat dan tidak mudah kemerahan.

Peptide bekerja dengan merangsang produksi kolagen sehingga membantu menjaga elastisitas dan kekencangan kulit. Bahan ini sering ditemukan dalam produk anti-aging karena mampu membantu menyamarkan garis halus.

Selain itu, peptide juga membantu memperbaiki tekstur kulit dan membuatnya tampak lebih halus. Formula ini cenderung lembut sehingga aman digunakan untuk berbagai jenis kulit.

Centella Asiatica atau sering disebut cica dikenal dengan sifatnya yang menenangkan. Bahan ini sangat populer dalam produk untuk kulit sensitif dan berjerawat karena membantu meredakan kemerahan serta mempercepat penyembuhan kulit.

Selain efek soothing, centella juga membantu memperkuat lapisan pelindung kulit. Tidak heran jika banyak toner, serum, hingga sheet mask mengandalkan bahan ini.

Alpha arbutin banyak digunakan dalam produk pencerah kulit karena kemampuannya membantu mengurangi hiperpigmentasi. Kandungan ini bekerja dengan menghambat produksi melanin berlebih sehingga warna kulit tampak lebih merata.

Bahan ini relatif lebih lembut dibandingkan beberapa agen pencerah lain, sehingga sering dipilih untuk penggunaan jangka panjang. Dengan pemakaian rutin, kulit terlihat lebih cerah tanpa efek mengelupas berlebihan.

Editor : Tia Lalita Novitri
#Peptide #hiperpigmentasi #Niacinamide #hyaluronic acid #flek hitam #Alpha Arbutin #kelembapan kulit #mencerahkan #AHA dan BHA #Anti-aging #kerutan #berjerawat #klaim #vitamin c #penuaan dini #industri kecantikan #salicylid acid #bahan aktif #centella asiatica #ceramide #menghaluskan #retinol #skincare