RADAR BANJARMASIN - Eksfoliasi merupakan salah satu langkah penting dalam perawatan kulit karena membantu mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori, dan membuat wajah tampak lebih cerah.
Jika dilakukan dengan benar, kulit akan terasa lebih halus dan produk skincare pun lebih mudah menyerap. Namun, eksfoliasi yang dilakukan secara mandiri di rumah sering kali justru menimbulkan masalah karena teknik atau produknya kurang tepat.
Alih-alih membuat kulit glowing, kesalahan dalam eksfoliasi bisa menyebabkan iritasi, kulit menipis, bahkan jerawat meradang. Berikut beberapa kesalahan umum dalam eksfoliasi mandiri yang perlu dihindari.
- Terlalu Sering Melakukan Eksfoliasi
Banyak orang berpikir semakin sering eksfoliasi, kulit akan semakin cepat cerah. Padahal, eksfoliasi berlebihan justru bisa merusak skin barrier atau lapisan pelindung alami kulit. Akibatnya, kulit menjadi lebih sensitif, mudah kemerahan, terasa perih, dan rentan berjerawat.
Idealnya, eksfoliasi dilakukan 1–2 kali seminggu tergantung jenis kulit. Kulit sensitif bahkan cukup satu kali dalam seminggu atau kurang. Memberi jeda waktu penting agar kulit punya kesempatan untuk memperbaiki diri secara alami.
- Menggosok Scrub Terlalu Keras
Saat menggunakan scrub fisik, banyak yang menggosok wajah terlalu kuat dengan harapan sel kulit mati cepat terangkat. Padahal, tekanan berlebihan justru dapat menimbulkan micro-tears atau luka kecil yang tidak terlihat di permukaan kulit.
Kulit yang sering digosok kasar akan menjadi lebih tipis dan mudah iritasi. Sebaiknya pijat scrub dengan gerakan lembut dan tekanan ringan selama 30–60 detik saja. Eksfoliasi bukan soal kekuatan, tetapi soal teknik yang tepat.
Baca Juga: Tanda-Tanda Kulit Mengalami Over Eksfoliasi yang Perlu Diwaspadai
- Menggunakan Produk Tidak Sesuai Jenis Kulit
Tidak semua jenis eksfoliator cocok untuk setiap kulit. Kulit berminyak mungkin lebih toleran terhadap kandungan seperti AHA atau BHA, tetapi kulit sensitif membutuhkan formula yang lebih lembut seperti PHA atau enzim.
Menggunakan produk yang terlalu kuat untuk kondisi kulit bisa menyebabkan breakout atau pengelupasan berlebihan. Sebelum memilih produk, pahami terlebih dahulu jenis kulit dan kebutuhan utamanya agar hasil eksfoliasi tetap aman.
- Menggabungkan Banyak Produk Aktif Sekaligus
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memakai eksfoliator bersamaan dengan produk aktif lain seperti retinol atau vitamin C dosis tinggi. Kombinasi ini bisa membuat kulit “kaget” dan menyebabkan iritasi.
Jika menggunakan eksfoliator kimia, sebaiknya hindari layering dengan bahan aktif keras dalam satu waktu. Gunakan secara terpisah pada hari yang berbeda agar kulit tidak mengalami over-exfoliation.
- Tidak Menggunakan Sunscreen Setelah Eksfoliasi
Setelah eksfoliasi, kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari karena lapisan sel kulit mati sudah terangkat. Jika tidak dilindungi sunscreen, kulit lebih mudah mengalami hiperpigmentasi atau flek.
Menggunakan sunscreen minimal SPF 30 sangat penting setelah eksfoliasi, bahkan jika hanya beraktivitas di dalam ruangan. Perlindungan ini membantu menjaga hasil eksfoliasi tetap optimal dan mencegah kerusakan kulit lebih lanjut.
- Tidak Memberi Waktu Kulit untuk Pulih
Sebagian orang langsung kembali menggunakan berbagai produk aktif setelah eksfoliasi tanpa memberi waktu kulit untuk beristirahat. Padahal, kulit memerlukan fase pemulihan agar barrier tetap sehat.
Setelah eksfoliasi, fokuslah pada hidrasi dan soothing care seperti menggunakan toner hydrating atau moisturizer yang menenangkan. Kulit yang terhidrasi dengan baik akan lebih kuat dan tidak mudah mengalami iritasi.
- Mengabaikan Tanda Kulit Over-Exfoliated
Kulit yang terasa sangat kering, mengelupas berlebihan, perih saat memakai skincare, atau muncul jerawat kecil bisa menjadi tanda over-exfoliation. Sayangnya, banyak orang tetap melanjutkan eksfoliasi karena mengira itu bagian dari proses normal.
Jika muncul tanda-tanda tersebut, segera hentikan eksfoliasi sementara waktu dan fokus memperbaiki skin barrier. Mengabaikan gejala ini justru bisa memperparah kondisi kulit dalam jangka panjang.
Editor : Tia Lalita Novitri