RADAR BANJARMASIN - Industri kecantikan terus melahirkan produk baru dengan klaim menarik. Diskon, tren media sosial, dan rasa takut ketinggalan (FOMO) sering mendorong seseorang membeli lebih dari yang dibutuhkan.
Akibatnya, banyak produk kecantikan berakhir mubazir karena jarang dipakai atau bahkan kedaluwarsa. Berikut daftar produk kecantikan yang paling sering menjadi mubazir akibat overconsumption.
- Lipstik dengan Warna Mirip
Banyak orang memiliki lebih dari lima lipstik dengan warna yang hampir sama. Padahal, satu lipstik membutuhkan waktu lama untuk habis.
Terlalu banyak koleksi lipstik sering berujung pada produk kedaluwarsa sebelum sempat digunakan maksimal.
- Palette Eyeshadow Besar
Palette dengan banyak warna terlihat menarik, tetapi kenyataannya hanya beberapa shade yang sering dipakai.
Warna-warna ekstrem atau terlalu terang biasanya jarang tersentuh dan akhirnya terbuang sia-sia.
- Skincare dengan Fungsi Serupa
Memiliki beberapa serum atau toner dengan klaim yang hampir sama sering kali tidak efektif. Kulit tidak membutuhkan terlalu banyak lapisan produk.
Alih-alih memberi hasil maksimal, penggunaan berlebihan justru berisiko menyebabkan iritasi.
Baca Juga: Kurang Tidur? Ini Teknik Makeup agar Wajah Tetap Terlihat Segar
- Sheet Mask dalam Jumlah Banyak
Sheet mask kerap dibeli saat promo besar. Namun, karena penggunaannya tidak setiap hari, banyak yang akhirnya menumpuk dan lupa dipakai hingga melewati tanggal kedaluwarsa.
- Produk Viral di Media Sosial
Produk kecantikan viral sering dibeli secara impulsif tanpa mempertimbangkan kebutuhan kulit. Tidak sedikit yang akhirnya tidak cocok dan hanya tersimpan di rak tanpa pernah dipakai lagi.
- Foundation dengan Shade Tidak Tepat
Membeli foundation tanpa mencoba langsung sering berujung salah shade. Produk ini jarang terpakai karena sulit dibaurkan atau terlihat tidak natural di wajah.
- Alat Makeup yang Jarang Dipakai
Beauty tools seperti eyelash curler cadangan, brush khusus tertentu, atau alat elektrik sering dibeli karena terlihat “lengkap”. Padahal, sebagian besar jarang digunakan dalam rutinitas sehari-hari.
- Produk Travel Size Berlebihan
Travel size terlihat praktis, tetapi jika dibeli terlalu banyak, sering kali tidak habis sebelum masa kedaluwarsa. Ironisnya, kemasannya justru menambah limbah.
Editor : Tia Lalita Novitri