Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Waspada Overcomsumtion, Produk Kecantikan yang Sering Mubazir Saat Dibeli

Tia Lalita Novitri • Senin, 2 Februari 2026 | 17:00 WIB
KONSUMTIF: Shopping makeup kadang tak terkendali, ujung-ujungnya barang menumpuk. (Foto: Freepik)
KONSUMTIF: Shopping makeup kadang tak terkendali, ujung-ujungnya barang menumpuk. (Foto: Freepik)

RADAR BANJARMASIN - Industri kecantikan terus melahirkan produk baru dengan klaim menarik. Diskon, tren media sosial, dan rasa takut ketinggalan (FOMO) sering mendorong seseorang membeli lebih dari yang dibutuhkan.

Akibatnya, banyak produk kecantikan berakhir mubazir karena jarang dipakai atau bahkan kedaluwarsa. Berikut daftar produk kecantikan yang paling sering menjadi mubazir akibat overconsumption.

Banyak orang memiliki lebih dari lima lipstik dengan warna yang hampir sama. Padahal, satu lipstik membutuhkan waktu lama untuk habis.

Terlalu banyak koleksi lipstik sering berujung pada produk kedaluwarsa sebelum sempat digunakan maksimal.

Palette dengan banyak warna terlihat menarik, tetapi kenyataannya hanya beberapa shade yang sering dipakai.

Warna-warna ekstrem atau terlalu terang biasanya jarang tersentuh dan akhirnya terbuang sia-sia.

Memiliki beberapa serum atau toner dengan klaim yang hampir sama sering kali tidak efektif. Kulit tidak membutuhkan terlalu banyak lapisan produk.

Alih-alih memberi hasil maksimal, penggunaan berlebihan justru berisiko menyebabkan iritasi.

Baca Juga: Kurang Tidur? Ini Teknik Makeup agar Wajah Tetap Terlihat Segar

Sheet mask kerap dibeli saat promo besar. Namun, karena penggunaannya tidak setiap hari, banyak yang akhirnya menumpuk dan lupa dipakai hingga melewati tanggal kedaluwarsa.

Produk kecantikan viral sering dibeli secara impulsif tanpa mempertimbangkan kebutuhan kulit. Tidak sedikit yang akhirnya tidak cocok dan hanya tersimpan di rak tanpa pernah dipakai lagi.

Membeli foundation tanpa mencoba langsung sering berujung salah shade. Produk ini jarang terpakai karena sulit dibaurkan atau terlihat tidak natural di wajah.

Beauty tools seperti eyelash curler cadangan, brush khusus tertentu, atau alat elektrik sering dibeli karena terlihat “lengkap”. Padahal, sebagian besar jarang digunakan dalam rutinitas sehari-hari.

 

Travel size terlihat praktis, tetapi jika dibeli terlalu banyak, sering kali tidak habis sebelum masa kedaluwarsa. Ironisnya, kemasannya justru menambah limbah.

Editor : Tia Lalita Novitri
#expired #mubazir #fomo #makeup #Terbuang #jarang dipakai #kedaluwarsa #skincare