RADAR BANJARMASIN - Jerawat merupakan masalah kulit yang umum dialami oleh berbagai usia, mulai dari remaja hingga dewasa.
Namun, tidak semua jerawat memiliki penyebab yang sama. Dua jenis yang paling sering dibicarakan adalah jerawat hormonal dan jerawat biasa.
Meski terlihat mirip, keduanya memiliki karakteristik, penyebab, dan cara penanganan yang berbeda. Memahami perbedaannya akan membantu memilih perawatan yang lebih tepat.
- Penyebab Utama
Jerawat hormonal dipicu oleh perubahan atau ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, terutama hormon androgen.
Kondisi ini sering terjadi saat pubertas, menjelang menstruasi, kehamilan, pasca melahirkan, atau akibat stres berlebih.
Sementara itu, jerawat biasa umumnya disebabkan oleh pori-pori tersumbat akibat produksi minyak berlebih, penumpukan sel kulit mati, kebersihan wajah yang kurang optimal, serta penggunaan produk yang tidak cocok.
- Waktu Kemunculan
Jerawat hormonal cenderung muncul secara periodik, misalnya menjelang atau saat menstruasi. Polanya sering berulang di waktu yang sama setiap bulan.
Berbeda dengan jerawat biasa yang bisa muncul kapan saja, terutama setelah terpapar polusi, keringat berlebih, atau kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan kotor.
Baca Juga: Kenapa Tidak Boleh Memencet Jerawat Sembarangan? Ini Alasannya
- Area Wajah yang Terkena
Jerawat hormonal paling sering muncul di area bawah wajah, seperti dagu, rahang, dan sekitar mulut. Area ini berkaitan erat dengan aktivitas hormon.
Sedangkan jerawat biasa lebih sering muncul di area T-zone, yaitu dahi, hidung, dan pipi, yang dikenal sebagai area dengan produksi minyak lebih tinggi.
- Bentuk dan Karakter Jerawat
Jerawat hormonal biasanya berbentuk jerawat besar, merah, terasa nyeri, dan sering kali berada di bawah permukaan kulit seperti nodul.
Jenis ini sulit dipencet dan berisiko meninggalkan bekas. Sementara jerawat biasa umumnya berupa komedo hitam, komedo putih, atau jerawat kecil yang lebih cepat matang dan sembuh.
- Tingkat Peradangan
Peradangan pada jerawat hormonal cenderung lebih parah karena dipicu dari dalam tubuh. Akibatnya, proses penyembuhan bisa lebih lama. Jerawat biasa biasanya memiliki tingkat peradangan yang lebih ringan dan dapat mereda dengan perawatan topikal yang tepat.
- Respon terhadap Skincare
Jerawat hormonal sering kali tidak cukup diatasi hanya dengan skincare luar. Meski perawatan kulit tetap penting, jerawat ini biasanya membutuhkan pendekatan tambahan seperti pengaturan hormon, pola makan, dan manajemen stres.
Sebaliknya, jerawat biasa umumnya merespons lebih baik terhadap skincare yang fokus pada pembersihan pori, kontrol minyak, dan eksfoliasi ringan.
- Cara Penanganan
Penanganan jerawat hormonal sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menjaga pola hidup sehat, mengelola stres, hingga konsultasi dengan dokter bila diperlukan.
Sedangkan jerawat biasa dapat ditangani dengan rutinitas skincare yang konsisten, seperti mencuci wajah secara teratur, menggunakan produk non-comedogenic, dan menjaga kebersihan kulit.
- Risiko Bekas Jerawat
Karena ukurannya yang besar dan peradangannya yang dalam, jerawat hormonal lebih berisiko meninggalkan bekas kehitaman atau bopeng. Jerawat biasa relatif lebih aman selama tidak dipencet dan ditangani dengan benar.
Editor : Tia Lalita Novitri