Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bukannya Sembuh, Skincare Ini Justru Memperparah Jerawat Aktif

Tia Lalita Novitri • Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00 WIB
HATI-HATI: Tak semua skincare boleh diaplikasikan pada kulit berjerawat aktif. (Foto: Freepik)
HATI-HATI: Tak semua skincare boleh diaplikasikan pada kulit berjerawat aktif. (Foto: Freepik)

RADAR BANJARMASIN - Saat jerawat sedang meradang dan aktif, kulit berada dalam kondisi sensitif dan mudah iritasi.

Salah memilih produk skincare justru bisa memperparah peradangan, membuat jerawat makin banyak, atau meninggalkan bekas yang sulit hilang.

Karena itu, penting untuk mengetahui jenis skincare yang sebaiknya dihindari agar proses penyembuhan jerawat berjalan optimal.

Alkohol sering digunakan dalam skincare untuk memberikan sensasi segar dan cepat menyerap. Namun, kandungan alkohol yang tinggi dapat membuat kulit menjadi kering dan merusak skin barrier.

Pada kulit berjerawat aktif, kondisi ini justru memicu produksi minyak berlebih sebagai respons, sehingga jerawat semakin mudah muncul dan sulit sembuh.

Produk bertekstur sangat kental, berminyak, atau oklusif berlebihan berisiko menyumbat pori-pori. Saat jerawat aktif, pori-pori cenderung lebih sensitif dan mudah tersumbat.

Penggunaan krim berat atau face oil tertentu dapat memperparah kondisi jerawat dan memicu komedo baru.

Fragrance dan pewarna buatan memang membuat produk terasa lebih menarik, tetapi bisa menjadi pemicu iritasi pada kulit berjerawat.

Iritasi ringan sekalipun dapat memperparah peradangan jerawat dan memperlambat proses penyembuhan. Sebaiknya pilih produk berlabel fragrance-free atau minimal fragrance saat jerawat sedang aktif.

Baca Juga: Kenapa Tidak Boleh Memencet Jerawat Sembarangan? Ini Alasannya

Scrub dengan butiran kasar sering dianggap mampu membersihkan kulit lebih maksimal. Padahal, pada kondisi jerawat aktif, eksfoliator fisik dapat melukai permukaan kulit dan memperparah peradangan.

Gesekan berlebih juga meningkatkan risiko jerawat pecah dan meninggalkan bekas kehitaman.

Menggunakan terlalu banyak bahan aktif seperti retinol, AHA, BHA, atau vitamin C berkadar tinggi secara bersamaan dapat membuat kulit stres.

Saat jerawat aktif, kulit sebaiknya diberi perawatan yang menenangkan, bukan dibebani dengan terlalu banyak kandungan keras yang berpotensi menimbulkan iritasi.

Produk yang tidak diformulasikan sebagai non-comedogenic berisiko menyumbat pori-pori. Saat jerawat aktif, penggunaan produk seperti ini dapat memperparah kondisi kulit dan memperpanjang masa penyembuhan.

Selalu periksa klaim produk untuk memastikan aman digunakan pada kulit berjerawat.

Penggunaan bahan DIY seperti perasan lemon, baking soda, atau campuran bahan alami tanpa takaran jelas dapat merusak pH kulit.

Kulit berjerawat aktif sangat rentan terhadap perubahan pH, sehingga eksperimen semacam ini justru bisa menyebabkan iritasi dan memperburuk jerawat.

Sering mencoba produk baru saat jerawat belum sembuh dapat membuat kulit sulit beradaptasi.

Reaksi yang muncul sering kali disalahartikan sebagai purging atau breakout biasa, padahal kulit sedang mengalami stres. Sebaiknya fokus pada rutinitas skincare yang sederhana dan konsisten.

Editor : Tia Lalita Novitri
#cantik #tips #hindari #Iritasi #jerawat #sensitif #aktif #skincare