RADAR BANJARMASIN - Memencet jerawat sering dianggap sebagai solusi cepat agar jerawat segera kempis. Padahal, kebiasaan ini justru bisa memperparah kondisi kulit jika dilakukan sembarangan.
Agar tidak salah langkah, berikut alasan kenapa jerawat tidak boleh dipencet sembarangan, disusun per poin seperti artikel tips perawatan kulit.
- Memicu Peradangan Lebih Parah
Saat jerawat dipencet, tekanan dari jari bisa mendorong bakteri dan kotoran masuk lebih dalam ke pori-pori.
Akibatnya, jerawat yang semula kecil bisa berubah menjadi merah, bengkak, dan terasa nyeri.
- Risiko Infeksi Semakin Tinggi
Tangan yang tidak benar-benar steril mengandung banyak bakteri.
Ketika jerawat dipencet, bakteri tersebut dapat masuk ke luka terbuka dan menyebabkan infeksi, sehingga jerawat semakin sulit sembuh.
- Meninggalkan Bekas Jerawat
Memencet jerawat dapat merusak jaringan kulit di sekitarnya.
Kerusakan ini sering berujung pada bekas jerawat kehitaman, kemerahan, bahkan bopeng yang sulit dihilangkan.
Baca Juga: Tips Menyamarkan Bekas Jerawat dengan Buah-Buahan Alami
- Memperlambat Proses Penyembuhan
Alih-alih cepat hilang, jerawat yang dipencet justru membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
Kulit harus memperbaiki luka sekaligus melawan peradangan yang terjadi.
- Menyebabkan Jerawat Menyebar
Isi jerawat yang keluar saat dipencet mengandung bakteri.
Jika mengenai area kulit lain, bakteri tersebut bisa memicu munculnya jerawat baru di sekitarnya.
- Berbahaya di Area Segitiga Wajah
Memencet jerawat di area segitiga wajah seperti hidung, pipi dekat hidung, dan dagu justru berisiko lebih tinggi.
Area ini terhubung langsung dengan pembuluh darah menuju otak, sehingga infeksi bisa menjadi lebih serius meski jarang terjadi.
- Tidak Semua Jerawat Bisa Dipencet
Jerawat meradang, jerawat batu, dan jerawat yang belum matang tidak boleh dipencet.
Tindakan ini hanya akan memperparah kondisi kulit dan meningkatkan risiko bekas permanen.
- Ada Cara Lebih Aman Mengatasi Jerawat
Daripada memencet, lebih baik gunakan perawatan yang tepat seperti spot treatment.
Ada beberapa pilihan, seperti skincare dengan kandungan anti-jerawat, atau konsultasi ke dokter kulit jika jerawat sering kambuh dan meradang.
Editor : Tia Lalita Novitri