Rakerda Perbasi Kalsel Hasilkan Peta Jalan Basket Banua, Dari Usia Dini hingga Liga Mahasiswa

M Idris Jian Sidik • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:51 WIB
RAKERDA: Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Perbasi Kalsel yang menghasilkan sejumlah program strategis untuk pengembangan basket Banua. (M Idris Jian Sidik)
RAKERDA: Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Perbasi Kalsel yang menghasilkan sejumlah program strategis untuk pengembangan basket Banua. (M Idris Jian Sidik)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Perbasi Kalimantan Selatan tidak ingin programnya hanya berhenti di atas kertas.

Itulah pesan tegas yang disampaikan Ketua DPD Perbasi Kalsel, M. Syaripuddin alias Bang Dhin, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Perbasi Kalimantan Selatan yang berlangsung, Sabtu (15/8/2026) malam di Gedung Batas Kota, Banjarmasin. 

"Kita tidak ingin hanya sekadar ada rekomendasi tapi tidak jalan. Saya meminta seluruh pengurus di bidangnya masing-masing bisa berkomitmen dan konsisten untuk menjalankan apa yang menjadi usulan teman-teman," tegas Bang Dhin.

Dari sekian program yang dirumuskan, pembinaan usia dini menjadi prioritas utama yang paling ditekankan Bang Dhin.

Perbasi Kalsel akan fokus pada dua kelompok usia KU 5-12 dan KU 14-18 dengan keyakinan bahwa jika pembinaan di level ini berjalan baik, ekosistem basket Kalimantan Selatan akan terbentuk dengan sendirinya.

"Kita sama-sama tahu di Kalimantan Selatan ada atmosfer basket yaitu DBL. Setelah saya mencek ke beberapa sekolah, impiannya memang ingin masuk di DBL. Berarti tugas kita untuk menyiapkan mereka bertanding di laga kompetisi DBL," ujarnya. 

Untuk menjangkau sekolah-sekolah tersebut, program Goes to School akan terus digencarkan dengan target minimal 30 sekolah yang akan disambangi tahun ini khususnya sekolah-sekolah yang sudah memiliki ekstrakurikuler basket aktif.

Di luar pembinaan pemain, Perbasi Kalsel juga menyentuh persoalan infrastruktur yang selama ini kerap diabaikan. Melalui komunikasi dengan sejumlah pihak swasta yang merespons positif, Perbasi Kalsel akan melakukan perbaikan fasilitas lapangan basket di beberapa sekolah.

"Skalanya tidak terlalu besar, tapi paling tidak ini menyempurnakan lapangannya nyaman digunakan, dipandang enak. Ada perbaikan infrastruktur secara bertahap," kata Bang Dhin.

Program berikutnya yang tidak kalah penting adalah digitalisasi database atlet. Perbasi Kalsel akan membangun sistem yang merangkum seluruh data atlet basket di Kalimantan Selatan secara digital mulai dari identitas, tinggi badan, berat badan, hingga profil kemampuan bermain.

"Sehingga saat orang dari luar melihat, bisa langsung tahu ada berapa pemain basket di Banjarmasin, tingginya berapa, berat badannya berapa. Peluang mereka untuk bisa main ke nasional pun semakin terbuka," jelas Bang Dhin.

Tak berhenti di level sekolah, Rakerda juga merumuskan peta jalan kompetisi basket yang berjenjang dan berkelanjutan. Sistem kompetisi akan dirancang dari tingkat kabupaten/kota yang dirangkum menjadi dua zona, sebelum naik ke level provinsi dengan tujuan agar alur kompetisi tidak terputus dan pemain selalu punya ruang untuk berkembang.

"Kita tidak ingin mengadakan kompetisi tapi terputus. Kalau sekolah sudah ada DBL, kita coba buat kompetisi dari bawahnya. Jadi arahnya sudah jelas habis dari kompetisi ini masuknya ke mana, kompetisi apa, jenis liga apa," papar Bang Dhin.

Lebih jauh, Perbasi Kalsel juga mulai menjajaki kemungkinan menghadirkan kembali kompetisi basket level perguruan tinggi di Kalimantan Selatan. Campus League dan Liga Mahasiswa yang pernah ada sebelumnya kini tengah dikomunikasikan kembali untuk dihidupkan, mengingat banyak tim basket amatir di Banua yang sangat membutuhkan ruang kompetisi.

"Kalau ada kompetisinya di tingkat kampus, tidak menutup kemungkinan. Kita sedang coba komunikasikan agar Kalimantan Selatan bisa menjadi tempat Campus League maupun Liga Mahasiswa," pungkasnya. 

Editor : Sutrisno
Basket perbasi