RADARBANJARMASIN.COM BANJARMASIN – Satu sekolah, dua tiket final. SMAN 2 Banjarmasin alias Smada menjadi cerita terbesar dari babak Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan yang berlangsung di GOR Hasanuddin Banjarmasin, Rabu (12/8/2026).
Dalam satu malam yang sama, tim putri dan tim putra Smada sama-sama memastikan tempat mereka di laga puncak, sebuah pencapaian yang tidak mudah dan langsung membuat nama Smada menjadi sorotan seluruh penjuru GOR.
Di kategori putri, Smada membuka babak Fantastic Four dengan dominasi penuh atas SMAN 1 Kandangan alias Smansaka. Meski Smansaka sudah menunjukkan diri sebagai salah satu kejutan kompetisi ini sejak datang dari Kandangan, mereka tidak mampu membendung agresivitas Smada yang tampil jauh di atas performa terbaik mereka. Skor 49-31 menjadi cermin betapa meyakinkannya kemenangan tim putri Smada.
Di semifinal putri lainnya, SMAN 1 Banjarbaru alias Smansa Banjarbaru tampil tidak kalah mengagumkan. Mereka membantai SMAN 1 Pelaihari dengan skor 67-19, kemenangan besar yang sekaligus menjadi pernyataan tegas bahwa Smansa Banjarbaru hadir bukan untuk dijadikan pelengkap. Final putri pun terbentuk: Smada Banjarmasin versus Smansa Banjarbaru — dua tim yang sudah terbukti paling konsisten sepanjang kompetisi.
Pelatih SMAN 1 Banjarbaru putri, Aqilla Fadia Haya, tidak mampu menyembunyikan kegembiraan usai timnya melaju ke laga puncak.
"Alhamdulillah kami bisa ke final. Anak-anak bermain luar biasa, mereka tampil dengan kepercayaan diri yang tinggi dan menjalankan setiap instruksi dengan baik. Final melawan Smada tentu tantangan yang berbeda, tapi kami sudah mempersiapkan diri. Kami datang ke final untuk menang, bukan sekadar hadir," tegas Aqilla Fadia Haya saat diwawancarai, Kamis (13/8/2026).
Cerita tidak kalah seru tersaji di kategori putra. SMAN 7 Banjarmasin alias Smaven — juara bertahan, membuka malam dengan kemenangan besar atas MANSAHUTE, tim yang sepanjang kompetisi ini telah mengejutkan banyak pihak. Smaven menang 71-45, dan dalam laga itu kelas mereka sebagai juara bertahan terlihat jelas dari awal hingga akhir.
MANSAHUTE yang sudah memberikan perlawanan sengit di babak-babak sebelumnya akhirnya harus mengakui bahwa perjalanan luar biasa mereka berakhir di sini.
Namun kejutan di kategori putra datang dari semifinal berikutnya. Smada yang sebelumnya berhasil menjungkalkan finalis dan tim Fantastic Four tahun lalu, kembali menorehkan nama mereka dalam catatan manis. Berhadapan dengan SMA IT Ukhuwah Banjarmasin yang juga punya momentum besar setelah mengalahkan Smasa, Smada harus berjuang keras sebelum akhirnya menang tipis 55-51 dalam laga yang menegangkan hingga detik terakhir.
Pelatih SMAN 2 Banjarmasin putra, Muhammad Mazani, mengakui laga melawan SMA IT Ukhuwah bukan laga mudah. Tapi itulah yang membuatnya semakin bangga dengan mental juara anak asuhnya.
"Laga yang tidak mudah sama sekali. SMA IT Ukhuwah bermain dengan semangat yang luar biasa dan mereka benar-benar memberikan kami tekanan sepanjang permainan. Selisih empat poin itu menggambarkan betapa ketatnya pertarungan tadi. Tapi anak-anak tidak panik, tetap fokus, dan berhasil menutup laga dengan kemenangan. Itu yang paling saya banggakan, mental mereka," ujar Muhammad Mazani.
Final putra pun menghadirkan pertarungan yang paling dinantikan: derby Banjarmasin antara Smaven versus Smada. Juara bertahan melawan tim yang sedang dalam momentum terbaik. Dua rival satu kota yang sama-sama haus gelar.
Project Officer Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan, Dharma Putra, menyebut malam Fantastic Four kemarin sebagai salah satu malam paling berkesan dalam sejarah seri Kalsel.
"Malam yang luar biasa. Smada masuk final di dua kategori sekaligus, itu pencapaian yang tidak mudah dan membuktikan bahwa program basket di sekolah itu benar-benar serius. Final putri antara Smada dan Smansa Banjarbaru sudah menjanjikan drama tersendiri. Dan final putra antara Smaven dan Smada, derby Banjarmasin di laga puncak, itu adalah final yang sudah pasti akan mengguncang GOR Hasanuddin. Kami sangat tidak sabar menyaksikannya," pungkas Dharma Putra.
Editor : Arif Subekti