Four Paya: Empat Srikandi Handball Tabalong yang Kini Bersinar di DBL

Tia Lalita Novitri • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:56 WIB
YAKIN: Salah satu srikadi Four Paya tampil percaya diri saat menghadapi tim SMAN 4 Banjarbaru. (Foto: DBL Indonesia)
YAKIN: Salah satu srikadi Four Paya tampil percaya diri saat menghadapi tim SMAN 4 Banjarbaru. (Foto: DBL Indonesia)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Tim putri SMKN 1 Tanjung (Skasa) membawa cerita menarik pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan. Empat pemain mereka, Nor Latipah, Nor Annisa, Helmalia Putri, dan Three Norhasanah, sebelumnya sama-sama memperkuat tim handball Kabupaten Tabalong. Karena selalu tampil bersama, mereka mendapat julukan “Four Paya”.

“Biasanya kami dipanggil Four Paya karena memang selalu berempat dan paketan,” ujar Nor Latipah.

Kekompakan Four Paya langsung terlihat pada laga pembuka Skasa menghadapi SMAN 4 Banjarbaru, Sabtu (8/8). Keempatnya menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak dan turut membantu Skasa menang meyakinkan 34-13.

Latipah bermain 32 menit, Annisa 29 menit, Three 26 menit, dan Helmalia 24 menit. Helmalia dan Annisa masing-masing menyumbang enam poin, sedangkan Three mencetak tujuh poin. Latipah tampil dominan dalam perebutan bola dengan 12 rebound, terdiri atas tujuh defensive rebound dan lima offensive rebound.

Kebersamaan mereka telah terbangun sejak 2025, ketika keempatnya terpilih memperkuat tim handball Kabupaten Tabalong pada Porprov XII Kalimantan Selatan. Dari lebih dari 30 peserta yang berasal dari berbagai sekolah, Four Paya menjadi empat pemain SMKN 1 Tanjung yang lolos.

Mereka menjalani persiapan intensif selama dua bulan dengan latihan hingga tujuh kali di lokasi berbeda. Salah satu tantangannya adalah lokasi latihan di kawasan pesisir yang berjarak sekitar 32 kilometer atau sekitar satu jam perjalanan dari rumah.

“Kami sempat ragu dan takut karena jarak dari rumah ke tempat latihan sekitar 32 kilometer. Kurang lebih membutuhkan waktu satu jam untuk sampai ke pantai,” ungkap Latipah.

Perjuangan tersebut terbayar setelah Four Paya membawa pulang medali perunggu nomor lima lawan lima pada Porprov XII Kalimantan Selatan 2025.

Pengalaman handball kemudian menjadi modal tambahan ketika mereka kembali fokus bermain basket bersama Skasa. Latipah menilai pengalaman tersebut membantu mereka dalam mengontrol bola, menentukan langkah, melakukan dribble, hingga menembak.

“Kami jadi lebih mudah melakukan dribble, mengambil langkah yang tepat, dan juga dalam hal menembak bola,” jelasnya.

Pengalaman bertanding di handball juga membantu membangun komunikasi dan mental kompetitif mereka. Selain itu, Four Paya mendapat dukungan dari pelatih Skasa, Suharyono, yang terus mendorong mereka agar percaya diri dan berani mengejar mimpi.

“Kalau bukan karena coach, kami bukanlah siapa-siapa,” tambah Latipah.

Kini, keempat pemain tersebut telah duduk di kelas XII. DBL South Kalimantan 2026 menjadi kesempatan terakhir mereka mengenakan seragam Skasa di ajang tersebut. Dengan pengalaman dari handball, jam terbang basket, dan ikatan persahabatan, Four Paya bertekad membawa Skasa melangkah sejauh mungkin.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 berlangsung di 31 kota di 22 provinsi Indonesia. Kompetisi ini menjadi salah satu jalur penjaringan student-athlete menuju DBL Indonesia All-Star melalui DBL Camp.

Selain basket, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 menghadirkan AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance 2026-2027 bertema “100% Indonesia”. Pertandingan dapat disaksikan melalui YouTube DBL Play, sementara laga final juga tersedia di YouTube Good Day ID. (*)

Editor : Tia Lalita Novitri
Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Four Paya Basket tanjung dbl indonesia