Persaingan panas keduanya sudah tersaji sejak menit awal permainan. Kanaan bahkan mampu mengimbangi permainan Don Bosco dan memang angka seri 14-14 di kuarter pertama.
Tak ingin terus dikuntit, Don Bosco mulai tancap gas saat memasuki kuarter kedua, hasilnya mereka mampu unggul 10 angka, 36-26.
Makin di atas angin, Don Bosco terus menunjukkan kepercayaan dirinya dalam laga ini. Keunggulan 56-34 di kuarter ketiga diakhiri dengan kemenangan 67-44. Atas hasil ini, sekolah favorit di daerah Pekauman itu pastikan menjajal Final DBL untuk pertama kali dalam sejarah.
Usai laga, Pelatih Don Bosco, M Saubli mengatakan kunci keberhasilan mereka di babak fantastic four tak lepas dari fokus yang ditunjukkan anak asuhnya dari awak sampai selesai permainan.
"Saya meminta anak-anak untuk fokus dari awal sampai akhir, tujuannya agar intruksi yang kami berikan bisa berjalan sesuai rencana, dan mereka mampu melakukannya," katanya.
Sebelumnya, Don Bosco sendiri sudah mempersiapkan diri dalam delapan bulan terakhir. "Mulai dari dua pemain, empat pemain hingga dapat delapan pemain terbaik dan sisanya kami tinggal mencari pemain tambahan, tentu kerja keras mereka selama ini membuahkan hasil," tuntasnya.
Kapten Don Bosco, Danu Aprilianto pun menyambut kemenangan ini dengan sukacita. "Akhirnya setelah penantian panjang, kami berhasil mencetak sejarah, ini final pertama Don Bosco selama gelaran DBL," pungkasnya.
Sisi lain, kapten Kanaan, Steven Tanujaya pun mensyukuri capaian mereka tahun ini. "Meski gagal ke final, kami sudah bermainan semaksimal mungkin tahun ini, kami berjanji akan lebih baik tahun depan," ujarnya.(bir) Editor : Muhammad Helmi