Masjid Keramat Al Mukarramah, Saksi Sejarah di Banua Halat Tapin

Arief M • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 13:06 WIB
Masjid Keramat Al-Mukarramah
Masjid Keramat Al-Mukarramah

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Di Desa Banua Halat Kiri, Kecamatan Tapin Utara, berdiri salah satu masjid tua yang menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya Kabupaten Tapin.

Namanya Masjid Keramat Al-Mukarramah. Masjid ini bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan tradisi Baayun Maulid yang dilaksanakan setiap tahun.

Ribuan peserta datang mengikuti prosesi Baayun Maulid. Sementara masyarakat dan jamaah yang hadir bisa mencapai belasan ribu orang.

Suasana masjid dan kawasan Banua Halat pun menjadi begitu semarak setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Karena nilai sejarah dan budayanya, Masjid Keramat Al-Mukarramah telah ditetapkan sebagai bagian dari cagar budaya dan dikenal sebagai salah satu masjid tua di Banua Halat.

Keberadaannya menjadi pengingat bahwa sejarah, agama, dan tradisi masyarakat Tapin telah tumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Masjid ini juga merupakan site nomor 46 dari UNESCO Global Geopark Meratus, site yang menarik untuk dikunjungi dengan segala sejarah dan keunikan nya hingga diberi gelar Mesjid Keramat Banua Halat, Kabupaten Tapin. (dly)

BAAYUN MAULID: Proses ini merupakan tradisi tahunan yang digelar di Masjid Al Mukaromah, di mana peserta yang ikut selalu ribuan orang.
BAAYUN MAULID: Proses ini merupakan tradisi tahunan yang digelar di Masjid Al Mukaromah, di mana peserta yang ikut selalu ribuan orang.

 

DUA TONG: Dua tajau atau tempayan tua yang berada di sisi pintu masuk Masjid Keramat Al-Mukarramah Banua Halat menjadi salah satu peninggalan yang menarik perhatian peziarah. Sejak lama, air di dalam tajau tersebut digunakan masyarakat dalam tradisi membasuh wajah maupun memandikan anak, yang oleh sebagian peziarah dimaknai sebagai bagian dari ikhtiar memperoleh keberkahan.
DUA TONG: Dua tajau atau tempayan tua yang berada di sisi pintu masuk Masjid Keramat Al-Mukarramah Banua Halat menjadi salah satu peninggalan yang menarik perhatian peziarah. Sejak lama, air di dalam tajau tersebut digunakan masyarakat dalam tradisi membasuh wajah maupun memandikan anak, yang oleh sebagian peziarah dimaknai sebagai bagian dari ikhtiar memperoleh keberkahan.

 

BEDUG MASJID: Bedug tua di Masjid Keramat Al-Mukarramah Banua Halat, nilai pentingnya bukan hanya sebagai alat untuk memukul tanda waktu salat. Bedug juga dapat dilihat sebagai benda warisan budaya yang merekam perkembangan kehidupan keagamaan masyarakat Banua Halat dari masa ke masa.
BEDUG MASJID: Bedug tua di Masjid Keramat Al-Mukarramah Banua Halat, nilai pentingnya bukan hanya sebagai alat untuk memukul tanda waktu salat. Bedug juga dapat dilihat sebagai benda warisan budaya yang merekam perkembangan kehidupan keagamaan masyarakat Banua Halat dari masa ke masa.
MENARA: Menara merupakan bangunan yang menjulang tinggi dan menjadi salah satu bagian yang menonjol dari kompleks masjid. Dalam sejarahnya, menara memiliki fungsi utama sebagai tempat muazin mengumandangkan azan, sehingga suara panggilan salat dapat terdengar lebih luas oleh masyarakat di sekitar masjid.
MENARA: Menara merupakan bangunan yang menjulang tinggi dan menjadi salah satu bagian yang menonjol dari kompleks masjid. Dalam sejarahnya, menara memiliki fungsi utama sebagai tempat muazin mengumandangkan azan, sehingga suara panggilan salat dapat terdengar lebih luas oleh masyarakat di sekitar masjid.
MIMBAR: Merupakan bagian atau lokasi tertentu di lingkungan masjid yang oleh masyarakat setempat memiliki nilai sejarah, spiritual, dan penghormatan khusus.
MIMBAR: Merupakan bagian atau lokasi tertentu di lingkungan masjid yang oleh masyarakat setempat memiliki nilai sejarah, spiritual, dan penghormatan khusus.
TIANG SEJARAH: Saat pembangunan masjid tersebut tiang-tiang masjid dicari Datu Ujung ke desa Batung, Kecamatan Piani. Menurut sejarah pula, tiang-tiang itu hanya ditendang Datu Ujung dengan kesaktiannya hingga bisa dihanyutkan ke sungai dan sampai di depan Masjid Keramat yang berada di pinggiran Sungai Tapin.
TIANG SEJARAH: Saat pembangunan masjid tersebut tiang-tiang masjid dicari Datu Ujung ke desa Batung, Kecamatan Piani. Menurut sejarah pula, tiang-tiang itu hanya ditendang Datu Ujung dengan kesaktiannya hingga bisa dihanyutkan ke sungai dan sampai di depan Masjid Keramat yang berada di pinggiran Sungai Tapin.

PARKIR LUAS: Area masjid memiliki tempat parkir yang luas, biasanya saat baayun maulid dilaksanakan tempat tersebut jadi lokasi ayunan.
PARKIR LUAS: Area masjid memiliki tempat parkir yang luas, biasanya saat baayun maulid dilaksanakan tempat tersebut jadi lokasi ayunan.
Editor : Arief M
Budaya Tapin Masjid Sejarah