RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARABAHAN – Transportasi sungai masih menjadi tumpuan mobilitas warga di sejumlah kecamatan Kabupaten Barito Kuala. Masyarakat dari Kecamatan Mekarsari, Tamban, Tabunganen, hingga desa-desa sekitarnya tetap mengandalkan feri dan perahu penyeberangan untuk menuju Banjarmasin maupun kembali ke daerah asal.
Moda transportasi itu bertahan karena dinilai praktis, efisien, serta telah menjadi bagian penting kehidupan masyarakat sejak akses jalan darat masih terbatas. Hingga kini, aktivitas penyeberangan hampir tidak pernah sepi setiap hari.
Sedikitnya terdapat empat titik penyeberangan utama yang melayani kendaraan. Penyeberangan Banjar Raya–Sungai Lauk dikelola swasta dan melayani sepeda motor serta mobil. Penyeberangan Banjar Raya–Saka Kajang berada di bawah Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, sedangkan Alalak Selatan–Jelapat dikelola Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan. Satu titik lainnya berada di Mantuil dan dikelola swasta. Tiga lintasan terakhir hanya melayani kendaraan roda dua.
Selain melintasi Sungai Barito, penyeberangan antardesa melalui Sungai Alalak juga tetap ramai. Layanan yang dikelola swasta tersebut menghubungkan Alalak Selatan, Alalak Tengah, dan Alalak Utara dengan Desa Alalak, Berangas, Semangat Dalam, Sungai Andai, serta sejumlah desa lainnya di Barito Kuala.
Dengan tarif terjangkau dan waktu tempuh yang relatif singkat, transportasi sungai tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk bekerja, berdagang, bersekolah, maupun memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari di Banjarmasin dan wilayah sekitarnya.