
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dikenal sebagai Kota Perjuangan. Dinamakan seperti itu, karena di HSS merupakan pusat sejarah perjuangan sang Proklamator Brigjend H. Hassan Basry yang memproklamasikan teks proklamasi untuk menyatakan bahwa Kalimantan Selatan merupakan daerah tidak terpisahkan dari Indonesia serta berdirinya pemerintahan Gubernur Tentara ALRI Divisi IV pada tanggal 17 Mei 1949.
Dalam proses menuju proklamasi tersebut, terdapat beberapa tempat yang ada di beberapa wilayah HSS, yang menjadi saksi perjuangan Brigjend H. Hassan Basry bersama para pejuang lainnya menuju proklamasi 17 Mei 1949.
Penasaran apa saja tempatnya?, Mari simak penjelasan di bawah ini untuk kita belajar dengan menelusuri jejak sejarah Proklamasi 17 Mei 1949.
Rumah Perjuangan Desa Durian Rabung
Tempat pertama berada di sebuah rumah yang berada di RT. 001 Desa Durian Rabung, Kecamatan Padang Batung.
Rumah yang berdiri kokoh dengan keaslian bentuk bangunan rumah bahari yang masih bertahan menandakan bahwa sampai sekarang rumah tersebut terjaga dengan baik.
Rumah ini milik salah satu tokoh pejuang bernama H. Abdul Kadir yang pada tanggal 7 Januari 1949 digunakan sebagai tempat pembentukan Panitia Persiapan Proklamasi. Susunan panitia terdiri dari H. Aberani Sulaiman sebagai ketua, Gusti Aman sebagai wakil ketua, Hasnan Basuki sebagai sekretaris, serta beberapa anggota lainnya.
Lalu pada 9 Mei 1949 rumah ini kembali digunakan sebagai tempat rapat pembentukan Pemerintahan Tentara ALRI Divisi IV. Dari rapat tersebut akhirnya diputuskan Brigjend H. Hassan Basry diangkat menjadi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.
Juru Pelihara rumah ini yang kini juga mendiami rumah, Rukiah, mengatakan bahwa sampai saat ini rumah tersebut sering dikunjungi orang-orang yang ingin belajar sejarah dengan melihat langsung lokasi-lokasi bersejarah.
"Biasanya yang datang ada dari kalangan mahasiswa jurusan sejarah, siswa-siswa sekolah, para Nanang Galuh, dan lain-lain," ujarnya Jumat (29/5/2026).
Monumen Penyusunan Teks Proklamasi Desa Telaga Langsat
Beranjak dari Desa Durian Rabung, kita bergeser ke Desa Telaga Langsat, Kecamatan Telaga Langsat yang terdapat sebuah Monumen tempat penyusunan teks proklamasi 17 Mei 1949.
Setelah dibentuknya susunan pemerintahan Gubernur Tentara ALRI Divisi IV, kemudian pada tanggal 15 Mei - 16 Mei 1949, di rumah persembunyian salah satu pejuang yaitu Dumam, dilakukan penyusunan teks proklamasi yang dilakukan oleh para pejuang yaitu H. Aberani Sulaiman, Gusti Aman, Budhigawis, P. Arya, Hasnan Basuki, dan Romasi dengan penjagaan ketat oleh pasukan Setia Budi dan Ibnu Hajar.
Setelah penyusunan teks proklamasi selesai, kemudian teks Proklamasi diketik dengan tinta merah oleh Romansi.
Hingga kini, karena rumah tersebut sudah tidak ada (penulis tidak mengetahui pasti penyebab rumah tersebut sudah tidak ada), maka di tempat tersebut berdiri sebuah Monumen sebagai tanda bahwa di tempat tersebut pernah digunakan sebagai tempat penyusunan teks proklamasi 17 Mei 1949.
Monumen Proklamasi 17 Mei 1949 Dusun Ni'ih
Dari Desa Telaga Langsat, kita bergeser ke Dusun Ni'ih, Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado yang berdiri sebuah Monumen Proklamasi 17 Mei 1949.
Setelah selesai disusun dan diketik, pada tanggal 16 Mei 1949, lembaran teks proklamasi dibawa oleh Gusti Aman, Hasnan Basuki dan P. Arya dengan berjalan kaki menuju Dusun Ni'ih untuk ditandatangani oleh Brigjend H. Hassan Basry selaku Gubernur Tentara ALRI Divisi IV yang saat itu berada di sana.
Barulah tepat pada 17 Mei 1949, teks Proklamasi 17 Mei 1949 ditandatangani sekaligus dibacakan untuk pertama kalinya di Dusun Ni’ih, Desa Hulu Banyu.
"Tanggal 17 Mei 1949, di Ni'ih, teks proklamasi ditandatangani dan dibacakan dihadapan para anggota ALRI," ujar Rendra, pemerhati sejarah HSS.
Kini di lokasi tersebut berdiri sebuah Monumen sebagai tanda bahwa di tempat tersebut merupakan tempat yang menjadi lokasi ditandatanganinya teks proklamasi serta dibacakan untuk pertama kalinya.
Monumen Proklamasi 17 Mei 1949 Dusun Mandapai
Kita bergeser ke tempat terakhir yang berada di Dusun Mandapai, Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung yang juga berdiri sebuah Monumen Proklamasi 17 Mei 1949.
Setelah dibacakannya teks proklamasi 17 Mei 1949 di Dusun Ni'ih, teks proklamasi dibawa ke Mandapai untuk dibacakan dalam sebuah upacara. Di Mandapai ini, Brigjend H. Hassan Basry membacakan ulang teks Proklamasi untuk diumumkan kepada masyarakat umum. (Penulis tidak mengetahui pasti tanggal upacara tersebut).
Kini, di atas tanah yang luas yang merupakan area tanah lapang di Mandapai, berdiri Monumen Proklamasi 17 Mei 1949 sebagai tanda bahwa di tempat tersebut merupakan tempat pembacaan teks proklamasi kepada masyarakat umum.
Melalui tulisan ini, penulis ingin mengajak pembaca menelusuri jejak sejarah penting yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Dengan kita mengetahui tempat-tempat yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan pada pahlawan kemerdekaan di Kalimantan Selatan, semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dalam peristiwa Proklamasi 17 Mei 1949 ini, untuk memiliki semangat juang seperti para pejuang terdahulu.
Pada setiap peringatan Proklamasi 17 Mei 1949, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan biasanya diadakan kegiatan Napak Tilas yaitu berjalan kaki menuju lokasi-lokasi bersejarah yang sudah dijelaskan di atas, untuk mengenang jasa para pahlawan.
Editor : Arief