KANDANGAN - Mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bukan sekadar aktivitas membaca biasa. Gedung yang berdiri kokoh di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kandangan Barat, Kecamatan Kandangan ini, sejatinya merupakan pintu masuk utama bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih dalam tentang identitas dan rekam jejak Kabupaten HSS
Sebagai pusat literasi daerah, perpustakaan ini mengemban peran vital dalam mencerdaskan masyarakat. Koleksi yang tersedia sangat beragam, mulai dari buku-buku ilmu pengetahuan umum yang mendukung akademisi dan pelajar, hingga referensi khusus yang menyimpan memori kolektif daerah.
Salah satu keunggulan utama tempat ini adalah ketersediaan literatur mengenai sejarah panjang Kabupaten HSS, yang menjadi rujukan penting bagi peneliti maupun masyarakat lokal. Keberadaan koleksi sejarah ini pun dikelola secara khusus agar tetap terjaga keasliannya.
Salah satu pengelola perpustakaan, Muhammad Ramadani mengatakan bahwa terdapat fasilitas-fasilitas yang disediakan sesuai usia, maupun kebutuhan pembaca.
"Fasilitasnya ada ruang baca anak, remaja, umum, serta ruang referensi," ujarnya.
Dengan pengelolaan yang tertata, dinas ini tidak hanya menawarkan tumpukan buku, namun juga berbagai fasilitas penunjang yang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi setiap pengunjung.
Berikut adalah rincian fasilitas yang dapat dinikmati masyarakat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten HSS.
RUANG BACA ANAK
Fasilitas ini dirancang khusus sebagai ruang ramah anak yang menyediakan koleksi buku pelajaran dan bacaan menarik bagi anak tingkat PAUD hingga Sekolah Dasar (SD). Keunggulan utama ruang ini adalah adanya area taman bermain (playground), sehingga anak-anak dapat mengeksplorasi imajinasi dan berekspresi secara bebas. Konsep ini bertujuan agar anak-anak merasa gembira dan tidak bosan dalam menumbuhkan minat baca sejak dini.
RUANG BACA REMAJA
Didedikasikan untuk pelajar tingkat SMP dan SMA, ruang ini menyediakan koleksi literatur yang relevan dengan kurikulum sekolah. Tidak hanya buku pelajaran formal, para remaja juga dapat menikmati beragam koleksi komik dan buku umum lainnya yang sesuai dengan tren serta minat anak muda, menjadikannya tempat yang nyaman untuk belajar sekaligus bersantai.
RUANG BACA UMUM
Memiliki cakupan yang paling luas, ruang baca umum melayani pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga lansia. Bagi mahasiswa, area ini menjadi sangat krusial karena menyediakan beragam buku referensi teknis dan metodologi penelitian guna mendukung pengembangan keilmuan serta tugas akhir. Suasana yang tenang di ruang ini sangat kondusif bagi mereka yang memerlukan konsentrasi tinggi.
RUANG AUDIO VISUAL
Fasilitas modern ini dilengkapi dengan televisi dan area duduk yang nyaman untuk menyaksikan film-film edukasi, terutama yang ditujukan bagi segmen anak-anak. Selain sebagai sarana menonton, ruang ini juga menyediakan komputer yang dapat digunakan pengunjung untuk mengakses buku digital (e-book) melalui aplikasi khusus, memudahkan akses literatur secara daring.
RUANG REFERENSI
Ruang ini menjadi bagian paling eksklusif bagi para pencinta sejarah dan budaya. Di sini, tersimpan berbagai koleksi buku sejarah yang mendalam, mulai dari catatan kesejarahan Banjar hingga kitab-kitab klasik yang menjadi koleksi daerah.
Ruang referensi ini berfungsi sebagai pusat rujukan utama bagi mereka yang ingin menggali data otentik mengenai kekayaan literatur lokal dan warisan pemikiran para tokoh di Kalimantan Selatan.
KAFE PERPUSTAKAAN
Menyadari pentingnya aspek kenyamanan, tersedia pula fasilitas kantin atau kafe bagi pengunjung. Di sini, masyarakat bisa menikmati suasana membaca yang lebih santai dan rileks. Kehadiran kafe ini menjadi pilihan tepat bagi pengunjung yang ingin melepas penat sejenak tanpa harus meninggalkan lingkungan perpustakaan.
DEPO ARSIP
Berbeda dengan ruang layanan lainnya, Depo Arsip menempati bangunan khusus yang terpisah guna menjamin keamanan dokumen negara. Kepala Bidang Kearsipan, Nur Aisyah, menjelaskan bahwa gedung ini berfungsi menyimpan arsip statis yang bernilai sejarah tinggi.
"Isinya mencakup foto-foto bupati, wakil bupati dan sekda dari masa ke masa, potret tokoh pejuang, hingga dokumentasi perjuangan masyarakat HSS di masa penjajahan. Selain itu, kami juga memamerkan berbagai penghargaan yang diterima Pemerintah Kabupaten dalam 10 tahun terakhir," jelasnya.
Karena merupakan gedung baru, Nur Aisyah menambahkan bahwa fasilitas di dalamnya akan terus dilengkapi secara bertahap. Rencananya, ke depan akan disediakan fasilitas ruang baca di area ini yang dilengkapi rak-rak buku khusus untuk buku kesejarahan. Untuk saat ini, koleksi buku-buku sejarah tersebut masih ditempatkan di Ruang Referensi pada gedung utama perpustakaan agar tetap dapat diakses oleh pengunjung dengan mudah.
Editor : Arief