Pembaca setia Banua Pedia yang budiman, di tengah aktivitas sehari-hari yang padat, sesekali kita membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak. Ruang yang tidak hanya menawarkan keteduhan dan udara segar, tetapi juga memberi pengetahuan baru. Di Kabupaten Balangan, ruang semacam itu bisa ditemukan di kawasan Garuda Maharam, Kecamatan Paringin.
Di sanalah Kebun Raya Balangan hadir. Kawasan yang dulunya merupakan hutan kota, kini berkembang menjadi destinasi edukasi, konservasi, sekaligus tempat bersantai yang terbuka untuk masyarakat umum. Tak perlu jauh ke hutan atau pegunungan, karena suasana rimba Kalimantan bisa dirasakan dari dekat, bahkan di kawasan perkotaan. Dengan luas sekitar 8,4 hektare, Kebun Raya Balangan menjadi salah satu ruang belajar alam terbuka yang mudah diakses masyarakat
Berikut sejumlah fakta menarik tentang Kebun Raya Balangan yang patut diketahui:
Berawal dari Hutan Kota
Kebun Raya Balangan bermula dari kawasan hutan kota milik Pemerintah Kabupaten Balangan. Alih fungsi menjadi kebun raya dimulai sejak 2018. Saat proses pengelolaan dimulai, tidak semua pohon ditebang. Banyak tanaman asli tetap dipertahankan, bahkan sebagian di antaranya berusia puluhan hingga lebih dari 100 tahun.
Dikelola Sejak 2018
Pengelolaan Kebun Raya Balangan dilakukan oleh Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan sejak 2018. Sejak itu, perawatan tanaman dilakukan secara berkala, mulai dari pemangkasan, pembibitan, hingga penanaman tanaman hasil eksplorasi hutan yang dilakukan tim ekspedisi.
Rumah Tanaman Langka Kalimantan
Salah satu daya tarik utama Kebun Raya Balangan adalah koleksi tanaman hutan langka. Pengunjung dapat melihat langsung pohon ulin, pasak bumi, saluang bilum, gaharu, meranti, serta berbagai tanaman obat-obatan dan buah hutan yang biasa menjadi pakan satwa liar.
Ratusan pohon ulin telah ditanam di kawasan ini. Sebagian lainnya merupakan tanaman ulin asli yang tumbuh sejak lama. Meski sebagian ulin yang ditanam masih berusia muda, pertumbuhannya dinilai cukup baik dan menjanjikan sebagai warisan ekologis bagi generasi mendatang.
Zona Tanaman Tematik
Kebun Raya Balangan dikembangkan dengan pembagian zona tematik. Di antaranya zona ulin, pakan primata, reklamasi tambang, gaharu, durian, obat-obatan, hingga pisang-pisangan. Penataan ini memudahkan pengunjung mengenal fungsi dan karakter setiap kelompok tanaman.
Fasilitas Pendukung Terus Bertambah
Selain koleksi tanaman, Kebun Raya Balangan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti menara pantau, gazebo, green house, gedung utama dua lantai, serta camping ground yang dapat dimanfaatkan komunitas atau kelompok tertentu dengan izin pengelola.
Ke depan, pengelola juga merencanakan penambahan fasilitas, antara lain rumah kompos, bengkel dan gudang, kios estetik, amphiteater, tempat bermain anak, serta pemasangan CCTV untuk meningkatkan keamanan kawasan.
Sensasi Hutan di Tengah Kota
Berjalan di kawasan Kebun Raya Balangan memberi sensasi seperti berada di hutan pegunungan. Jalur pepohonan yang rindang, udara yang relatif sejuk, serta area istirahat menjadikan tempat ini cocok untuk berjalan santai, belajar mengenal tanaman, atau sekadar melepas penat.
Banyak pengunjung mengaku baru pertama kali melihat langsung tanaman-tanaman yang selama ini hanya mereka dengar namanya. Kini, tanpa harus menjelajah Pegunungan Meratus, kekayaan flora Kalimantan bisa dikenali dari dekat.
Dengan fungsi konservasi, edukasi, dan wisata, Kebun Raya Balangan menjadi contoh bagaimana ruang hijau dapat dimanfaatkan untuk pelestarian alam sekaligus sarana belajar bagi masyarakat.
Jika Anda ingin menikmati waktu luang sambil menambah wawasan tentang kekayaan flora Banua, Kebun Raya Balangan layak menjadi tujuan berikutnya.
Editor : Arief