Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengenal Motif Lawas dan Makna Filosofis Kain Sasirangan, Dekat dengan Kehidupan Masyarakat Banjar

Zulvan Rahmatan • Sabtu, 7 Februari 2026 | 14:11 WIB

 

Photo
Photo

Kampung Sasirangan, di Kelurahan Seberang Mesjid, Banjarmasin Tengah tak sekedar berdagang baju dan kain, tapi mereka juga salah satu wajah kekayaan kerajinan lokal di Banjarmasin yang terus menjaga kelestarian kain Sasirangan.

Jika berkendara menaiki Jembatan Pasar Lama arah Jalan Kampung Melayu, Anda akan disambut gapura Kampung Sasirangan di sebelah kiri.

Mulai dari gapura saja, tak sekedar tulisan, tapi sudah diberi corak warna Sasirangan sebagai identitas kearifan lokal salah satu kampung di Kota Seribu Sungai ini.

Tak cuman itu, Anda akan melintas di antara toko kain Sasirangan sepajang Jalan Seberang Mesjid baik kanan maupun kiri permukiman.

Mereka bukan sekedar berjualan, tapi masih memproduksi kain Sasirangan secara tradisional, mengukir berdasarkan pola, menjahit dan ditarik kencang hingga mencelupkan ke warna tertentu dan menjemurnya.

Seiring berkembangnya zaman, pola dan kolaborasi warna di kain Sasirangan tak luput dari sentuhan inovasi yang menjadikannya terus berkreasi.

Meski begitu, ada beberapa pola yang tetap mempertahankan ciri khas lawas dari kain Sasirangan. Berikut beberapa contoh yang diperlihatkan Mariati, salah satu pengerajin lokal di Kampung Sasirangan.

Gigi Haruan

Gigi Haruan merupakan salah satu motif tertua dan khas Kalimantan Selatan yang terinspirasi dari gigi haruan atau ikan gabus. Karakter ikan gabus sendiri dikenal tangguh, agresif dan hidup diperairan rawa yang banyak ditemui di wilayah-wilayah Kalimantan Selatan.

Photo
Photo

Berikut ini Mariati, salah seorang pengerajin kain Sairangan tradisional di Kampung Sasirangan Banjarmasin memperlihatkan berbagai motif.

Daun Jaruju

Daun jaruju merupakan salah satu motif tertua kain tradisional khas Kalimantan Selatan, khususnya yang terinspirasi dan diukir pada kain Sasirangan. Tanaman jaruju memiliki tepi dengan karakter bergerigi, melambangkan ketahanan dan keteguhan hidup, serta kerap digunakan untuk tolak bala. Motifnya menjadi warisan budaya Banjar yang kaya nilai estetika dan nilai filosofis.

Photo
Photo

Intan Martapura

Motif Intan merupakan perpaduan antara kelayaan alam dan filosofi budaya setempat di Kalimantan Selatan, terutama Martapura, Kabupaten Banjar. Intan juga menjadi ikon khas daerah tersebut, menggambarkan kemuliaan, kemewahan dan keindahan yang merujuk pada potensi Martapura sebagai pusat penghasil intan dan permata di Kalimantan Selatan.

Photo
Photo

Kembang Kacang

Terakhir, motif kembang kacang salah satu motif tertua khas Kalimantan Selatan, terinspirasi dari batang kacang yang merambat, melengkung dan saling bertautan pada media seperti kayu, motif ini memvariasikan bentuk alami yang diukir ke dalam kain sasirangan, menjadikannya ornamen dengan nilai filosofi yang kaya makna mengenai hubungan positif antar manusia.

Photo
Photo

Meski demikian, masih banyak motif kain yang berciri khas tradisional dan kearifan lokal yang terdapat pada banyak jenis motif kain Sasirangan, seperti Naga Balimbur, Obmak Sinampur Karang dan lainnya.

Kain Sasirangan tidak diukir sembarangan, karena setiap corak memiliki makna filosofis, nilai budaya dan kegunaan khusus dalam tradisi masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan.

Editor : Arief
#kain #Budaya #sasirangan #khas #banjarmasin #baju