Melangkah masuk ke Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan (HSS), bukan sekadar mengunjungi bangunan bersejarah. Terletak strategis di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Hamalau, Kecamatan Sungai Raya, museum ini menawarkan perjalanan lintas waktu menuju masa kejayaan perjuangan dan kekayaan budaya yang membanggakan di Bumi Antaludin.
Sebagai penjaga memori kolektif masyarakat Banua, museum ini menyimpan ribuan fragmen cerita. Mulai dari heroisme perlawanan rakyat terhadap penjajah hingga keunikan artefak keseharian yang kini mulai langka ditemui. Setiap ruangannya tertata apik, mengajak pengunjung menyelami narasi masa lalu melalui empat kategori koleksi utama.
Jejak Arkeologika
Tepat di pintu masuk, pengunjung disambut oleh koleksi Arkeologika. Benda-benda ini merupakan hasil temuan penelitian arkeologi yang membuktikan eksistensi peradaban masa lampau di tanah HSS. Di sini, terpajang fragmen celadon, tutup wadah kuno, hingga manik-manik yang menceritakan jalur perdagangan dan kehidupan manusia berabad-abad silam.
Narasi Perjuangan di Sektor Historika
Bergerak ke ruang Historika, aroma patriotisme terasa sangat kental. Sektor ini mendokumentasikan dinamika sejarah Perang Banjar di wilayah HSS serta jejak perjuangan Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan. Selain menampilkan miniatur kapal perang, foto pahlawan, dan arsip teks perjuangan, ruangan ini juga menyimpan benda-benda personal milik para pejuang.
Pengunjung dapat melihat langsung senjata yang digunakan saat bergerilya hingga peralatan rumah tangga peninggalan para pahlawan yang memberikan gambaran nyata mengenai kehidupan mereka di tengah masa sulit perjuangan.
Ragam Budaya Etnografika
Koleksi Etnografika menjadi cermin identitas dan kearifan lokal masyarakat Banjar khususnya di HSS. Ruang ini menampilkan potret aktivitas sehari-hari melalui peralatan rumah tangga zaman dulu, alat permainan rakyat yang mulai terlupakan, hingga alat musik tradisional. Tak hanya itu, pakaian adat dan senjata tradisional juga dipajang untuk menggambarkan cara hidup dan sistem kepercayaan masyarakat tradisional HSS.
Estetika Keramologika
Terakhir, terdapat koleksi Keramologika yang memanjakan mata. Koleksi ini memamerkan berbagai benda pecah belah hasil kerajinan tangan manusia, mulai dari bahan tanah liat, batuan, hingga porselen yang dibakar. Menariknya, keramik yang tersimpan di sini merupakan perpaduan peninggalan era kolonial Belanda dan milik rakyat jelata, memberikan gambaran kontras kehidupan sosial di masa lalu.
Melalui keberadaan Museum Rakyat HSS, sejarah bukan lagi sekadar angka di buku sekolah, melainkan warisan hidup yang terus "berbisik" kepada generasi masa kini untuk terus menjaga api semangat Bumi Antaludin.
Editor : Arief