Pagatan adalah kawasan pesisir di Kalimantan Selatan yang sarat sejarah dan budaya. Mulai dari jejak Kerajaan Bugis, tradisi pesta laut yang masih lestari, hingga masjid apung pertama di provinsi ini. Rubrik Banua Pedia merangkum enam hal penting yang menjadikan Pagatan layak dikenang dan dipelajari.
Pusat Budaya Suku Bugis di Kalimantan Selatan
Pagatan adalah kampung tua suku Bugis yang eksis sejak abad ke-19. Budaya Bugis masih hidup dalam adat istiadat, bahasa, hingga bentuk rumah panggung khas.
Pernah Berdiri Kerajaan Pagatan
Sebelum masuk ke dalam sistem pemerintahan kolonial, Pagatan merupakan wilayah otonom dengan struktur kekuasaan sendiri, dikenal sebagai Kerajaan Pagatan. Kerajaan ini dipimpin bangsawan Bugis dan menjalin relasi diplomatik dengan Kesultanan Banjar dan pemerintah Hindia Belanda.
Hingga kini, jejak kerajaan tersebut masih terlihat, salah satunya melalui kompleks makam para raja Pagatan yang kini dikelola sebagai destinasi wisata religi oleh pemerintah daerah.
Pernah Jadi Ibu Kota Kabupaten Tanah Bumbu
Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Pagatan sempat menjadi pusat administrasi wilayah Tanah Bumbu. Status ini menegaskan posisi strategis Pagatan secara politik dan ekonomi di masa lalu.
Pesta Laut Mappanretasi
Tradisi tahunan masyarakat Pagatan yang digelar sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil laut. Ritual ini disertai doa, prosesi melarung sesajen, dan pertunjukan budaya Bugis yang meriah.
Masjid Apung Pertama di Kalimantan Selatan
Salah satu ikon Pagatan yang unik: masjid yang dibangun di atas laut. Masjid apung ini menjadi simbol spiritual sekaligus objek wisata religi yang banyak dikunjungi.
Pantai Pagatan yang Ikonik
Pantai ini dikenal dengan pasir putihnya yang lembut dan air laut yang tenang. Selain jadi tempat wisata utama, Pantai Pagatan juga menjadi lokasi pusat perayaan Mappanretasi setiap tahun.
Editor : Arief