Kabupaten Balangan tak hanya kaya dengan sumber daya alamnya. Namun, kabupaten hasil pemekaran Hulu Sungai Utara (HSU) ini juga dikenal sebagai surga buah lokal dan buah langka di Kalimantan Selatan.
Di Balangan, terdapat berbagai macam buah khas Kalimantan yang sebagian besar langka, bahkan nyaris punah. Berikut kami rangkum diantaranya, untuk anda pembaca setia Banua Pedia.
Maritam (Nephelium ramboutan-ake)
Maritam merupakan spesies rambutan liar yang mulai hilang keberadaanya. Kebanyakan buah ini memiliki rasa asam manis. Memiliki tekstur daging yang lengket di biji.
Buah ini memiliki berbagai jenis. Seperti maritam harang, maritam hijau, maritam merah dan maritam kuning.
Babuku (Dimocarpus longan subspecies malesianus)
Buah ini berbentuk bulat dengan diameter sekitar 2-3 cm. Sekilas, kulit luarnya nampak bergerigi dan memiliki bintik kecil.
Daging buah Babuku kebanyakan berwarna putih, lembut, dengan rasa yang manis. Memiliki biji yang besar dan keras.
Kalangkala (Litsea garciae)
Buah Kalangkala memiliki bentuk bulat atau oval dengan diameter 1-2 cm. Kulitnya berwarna hijau kekuningan dan berubah menjadi merah muda saat matang.
Buah kalangkala yang matang biasanya dibuat masyarakat untuk makanan pendamping. Dagingnya mirip dengan buah alpukat tetapi berwarna putih.
Kapul (Baccaurea macrocarpa)
Buah kapul memiliki bentuk bulat atau oval dengan diameter sekitar 5-7 cm. Kulitnya berwarna hijau kecoklatan dan berubah menjadi coklat kehitaman saat matang.
Buah ini masih sekerabat dengan rambai, tetapi berukuran lebih besar dan berkulit lebih tebal. Memiliki daging putih dengan rasa yang manis.
Gitaan/Tampirik (Willughbeia angustifolia)
Buah Tampirik memiliki kulit berwarna hijau saat mentah dan apabila sudah matang akan berwarna kuning. Buah Tampirik ini berbentuk bulat dengan isi didalamnya berbentuk biji-bijian.
Rasa buahnya ada sedikit asam dan manis sehingga terasa sangat enak dimulut.
Editor : Arief