Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pura Kahyangan, Desa Dwipasari Barito Kuala Kalimantan Selatan

Maulana Radar Banjarmasin • Sabtu, 21 Desember 2024 | 12:28 WIB
Pura Kahyangan
Pura Kahyangan

MARABAHAN - Desa Dwipasari berada di Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Di desa ini mayoritas masyarakatnya beragama Hindu, yang berasal dari Transmigrasi Nusa Penida, pulau bagian dari Kabupaten Klungkung, Bali.

Desa yang memiliki luas 20 KM persegi ini berpenduduk kurang lebih 800 jiwa tersebar di empat RT.

Lokasi desa ini jika ditempuh dari Banjarmasin atau Kota Marabahan selama 1,5 jam.

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berkeinginan menjadikan desa ini sebuah destinasi wisata adat dan budaya.

"Pura ini sudah ada sejak pendahulu kami datang ke sini sebagai transmigran dari Nusa Penida, pada tahun 1980," ungkap I Made Wastawan, beberapa waktu lalu.

Pura ini sebelumnya tidak seperti sekarang. Dulunya dibangun berbahan kayu, didatangkan langsung dari Nusa Penida. Awalnya hanya satu pura saja untuk umat Hindu sembahyang. Seiring waktu puranya pun bertambah.

Diantaranya Pura Puseh (utama), Pura Dalem, Pura Segara, dan Pura Ped. Masing-masing pura ini digunakan sembahyang sesuai waktu ditentukan.

Seperti Pura Puseh, Pet dan Dalem digunakan sembahyang setiap 6 bulan sekali. Sedangkan Pura Segara setahun sekali. "Nama kawasan kompleks ini Pura Kahyangan," bebernya.

Desa Dwipasari ini telah dijadikan salah satu destinasi wisata adat dan budaya di Kabupaten Barito Kuala. "Di desa kami ini juga ada masyarakat muslim asli warga asal. Jumlahnya 11 kepala keluarga saja," terangnya.

PURA PENATERAN PET: Pura ini dijadikan umat Hindu untuk sembahyang setiap enam bulan sekali.
PURA PENATERAN PET: Pura ini dijadikan umat Hindu untuk sembahyang setiap enam bulan sekali.
PURA IDA RATU GEDE: Salah satu pura yang dijadikan untuk kegiatan sembahyang oleh umat hindu di desa Dwipasari.
PURA IDA RATU GEDE: Salah satu pura yang dijadikan untuk kegiatan sembahyang oleh umat hindu di desa Dwipasari.
CANDI: Dua pilar ini candi sebagai pintu masuk ke dalam kawasan pura.
CANDI: Dua pilar ini candi sebagai pintu masuk ke dalam kawasan pura.

BALAI ADAT: Bangunan ini dijadikan tempat untuk kegiatan oleh desa di Dwipasari.
BALAI ADAT: Bangunan ini dijadikan tempat untuk kegiatan oleh desa di Dwipasari.

PINTU MASUK DESA: Gapura ini menghiasi desa dengan ornamen khas.
PINTU MASUK DESA: Gapura ini menghiasi desa dengan ornamen khas.

 

 

 

Editor : Arief
#agama #barito kuala #hindu #BanuaPedia