MARABAHAN - Desa Dwipasari berada di Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Di desa ini mayoritas masyarakatnya beragama Hindu, yang berasal dari Transmigrasi Nusa Penida, pulau bagian dari Kabupaten Klungkung, Bali.
Desa yang memiliki luas 20 KM persegi ini berpenduduk kurang lebih 800 jiwa tersebar di empat RT.
Lokasi desa ini jika ditempuh dari Banjarmasin atau Kota Marabahan selama 1,5 jam.
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berkeinginan menjadikan desa ini sebuah destinasi wisata adat dan budaya.
"Pura ini sudah ada sejak pendahulu kami datang ke sini sebagai transmigran dari Nusa Penida, pada tahun 1980," ungkap I Made Wastawan, beberapa waktu lalu.
Pura ini sebelumnya tidak seperti sekarang. Dulunya dibangun berbahan kayu, didatangkan langsung dari Nusa Penida. Awalnya hanya satu pura saja untuk umat Hindu sembahyang. Seiring waktu puranya pun bertambah.
Diantaranya Pura Puseh (utama), Pura Dalem, Pura Segara, dan Pura Ped. Masing-masing pura ini digunakan sembahyang sesuai waktu ditentukan.
Seperti Pura Puseh, Pet dan Dalem digunakan sembahyang setiap 6 bulan sekali. Sedangkan Pura Segara setahun sekali. "Nama kawasan kompleks ini Pura Kahyangan," bebernya.
Desa Dwipasari ini telah dijadikan salah satu destinasi wisata adat dan budaya di Kabupaten Barito Kuala. "Di desa kami ini juga ada masyarakat muslim asli warga asal. Jumlahnya 11 kepala keluarga saja," terangnya.
Editor : Arief