BANJARMASIN - Alam sangat berkontribusi bagi keberlangsungan hidup umat manusia. Dapat dipastikan, manusia tak akan bisa hidup tanpa alam.
Sebab, alam menyediakan semua elemen kebutuhan untuk menopang keberlangsungan hidup umat manusia.
Berbagai aspek penting dapat ditemukan pada sumber daya alam, makanan, air hingga material dan lain sebagainya.
Contohnya, seperti pemanfaatan kayu untuk membuat bangunan dan perabotan. Kayu sendiri merupakan material yang berasal dari berbagai jenis pohon.
Dari banyaknya jenis kayu, wilayah Asia Tenggara juga ditemukan habitat dari salah satu jenis kayu terkuat di dunia.
Jenis kayu ini bernama Kayu Ulin, yang tumbuh di hutan tropis yang tersebar di beberapa negara di wilayah Asia Tenggara.
Kayu Ulin juga dijuluki sebagai Kayu Besi berkat kualitas ketahanannya yang sangat bagus. Kayu Ulin biasanya banyak digunakan untuk pembangunan jangka panjang.
Berikut fakta-fakta tentang Kayu Ulin yang dilansir dari berbagai sumber:
1. Asal Kayu Ulin
Kayu Ulin berasal dari pohon Eusideroxylon Zwageri yang tumbuh di beberapa negera di Asia Tenggara Seperti Indonesia, Filipina dan Malaysia.
Indonesia sendiri merupakan penghasil Kayu Ulin terbesar yang dapat ditemukan di beberapa tempat, seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera bagian selatan.
Baca Juga: Pentingnya Merawat Mesin Motor Dengan Rutin Ganti Oli, Dari Pada Rusak, Nomor 6 Paling Parah!
2. Karakter Kayu Ulin
Kayu Ulin memiliki karakteristik yang kuat karena tahan terhadap air dan cuaca ekstrem. Kayu ini dikenal sangat keras dan kuat bahkan awet sebagai bahan bangunan seperti rumah dan jembatan untuk puluhan hingga ratusan tahun.
Di wilayah tanah rawa seperti Banjarmasin, Kayu Ulin kerap digunakan sebagai tiang mendirikan rumah. Kayu Ulin sangat tahan terhadap kelembapan tinggi.
Selain itu, Kayu Ulin juga tahan terhadap rayap dan jamur sehingga cocok untuk penggunaan jangka panjang.
3. Kegunaan
Kayu Ulin banyak digunakan sebagai tiang rumah panggung, lantai dan jembatan. Kayu Ulin juga dapat diolah untuk furnitur mewah karena tampilannya yang elegan. Tak cuma itu, Kayu Ulin juga kerap dipilih sebagai bahan dasar untuk pembuatan perahu tradisional.
4. Tumbuh Lambat
Karena kualitas yang tak main-main, pertumbuhan pohonnya pun membutuhkan waktu yang sangat lama untuk tumbuh besar dan dianggap layak untuk ditebang.
Lama tumbuhnya pohon Ulin ini bisa sampai ratusan tahun sehingga kayu ini dianggap sangat berharga.
Di Indonesia Kayu Ulin termasuk dalam daftar spesies yang dilindungi. Bahkan penggunaannya diatur secara ketat untuk menjaga keberlanjutan yang semakin langka karena penebangan liar dan deforestasi.
6. Kekurangan
Kayu Ulin sulit diolah karena keras dan harganya yang mahal, begitupun keberadaannya yang semakin terbatas.
Meski begitu, pohon yang menghasilkan Kayu Ulin ini bibitnya kerap ditanam ulang oleh banyak pihak dari masyarakat maupun swasta dan pemerintah.
Sebab mereka menyadari, melestarikan aset alam sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidup umat manusia di masa mendatang.
Editor : Fauzan Ridhani