Kabupaten Tanah Bumbu menyimpan berbagai destinasi religi. Tempat-tempat ini menjadi ruang untuk refleksi batin dan penghormatan terhadap sejarah serta tokoh agama yang memiliki peran penting di wilayah ini. Makam tokoh agama dan situs religi lainnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin berziarah, sekaligus meresapi nilai-nilai spiritual yang melekat pada setiap sudutnya.
Bagi Anda yang ingin memperdalam wawasan spiritual sekaligus menikmati keindahan alam Tanah Bumbu, berikut adalah beberapa destinasi religi yang dapat dijadikan pilihan untuk dikunjungi.
Kubah Pagatan
Kubah Pagatan merupakan makam Syekh Mufti Muhammad Arsyad. Terletak di Kelurahan Pagatan Kota, Kecamatan Kusan Hilir. Makam ini berada di tepi pantai, sekitar 2 km dari Pantai Pagatan. Ia merupakan keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, ulama besar asal Martapura.
Makam ini sering dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Pemugaran yang dilakukan pada 2023 membuat tempat ini semakin nyaman, lengkap dengan fasilitas penunjang, termasuk penjualan bunga dari UMKM setempat.
Makam Raja Pagatan dan Kusan
Makam Raja-Raja Pagatan dan Kusan terletak di Desa Kampung Baru, Kecamatan Kusan Hilir. Tempat ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu.
Dulunya, Kerajaan Pagatan dan Kusan adalah wilayah otonom di bawah Kesultanan Banjar, dan dipimpin oleh bangsawan Bugis asal Sulawesi Selatan.
Makam Syarif Ahmad Alaydrus
Makam Pangeran Syarif Ahmad Alaydrus terletak di Kelurahan Batulicin. Pangeran Syarif Ahmad dikenal sebagai penasihat kerajaan dan tokoh penting dalam penyebaran Islam di Tanah Bumbu.
Sebagai cucu dari Raja Kubu, Syarif Ahmad juga berperan dalam mendirikan Kerajaan Sabamban. Makam ini banyak diziarahi oleh masyarakat yang ingin mengenang jasa Syarif Ahmad dalam sejarah Islam di Kalimantan Selatan.
Makam Syarif Ali Alaydrus
Makam Pangeran Syarif Ali Alaydrus berada di Kecamatan Sungai Loban. Syarif Ali adalah pemimpin Kerajaan Sebamban. Kerajaan itu berdiri pada awal abad ke-18.
Syarif Ali yang merupakan cucu Raja Kubu, awalnya menetap di Kubu. Akibat konflik keluarga, ia memutuskan hijrah ke Kalimantan Selatan.
Makam Habib Shaleh Alaydrus
Habib Shaleh Alaydrus merupakan pendiri majelis taklim, pondok pesantren, sekaligus Desa Al Kautsar di Kecamatan Satui, Tanah Bumbu. Habib Shaleh masih keturunan Syarif Ali Alaydrus, pendiri Kerajaan Sebamban di Sungai Loban.
Semasa hidup, Habib Shaleh dikenal ramah, alim, tawaduk, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia juga mewasiatkan kepada para muridnya untuk selalu bermurah hati dan berakhlak baik, meneladani Nabi Muhammad.
Makam Habib Mancung
Makam Al Habib Muhammad bin Ali Alaydrus, atau dikenal sebagai Habib Mancung, terletak di Desa Pacakan, Kecamatan Kusan Hulu. Habib Mancung berasal dari Solo dan mengabdikan dirinya di Kalimantan Selatan setelah menuntut ilmu di Madinah.
Setiap tahun, ribuan peziarah datang untuk berziarah dan mengikuti haulnya, yang menjadi salah satu acara besar bagi umat Islam di Kalimantan Selatan.
Editor : Arief