Di Desa Al-Kautsar, Kabupaten Tanah Bumbu, ada acara unik untuk merayakan hari jadi desanya. Namanya Festival Ketupat Belamak. Meskipun festival ini bernama Festival Ketupat Belamak yang khas Banjar, namun terdapat nasi Tumpeng ala Jawa yang juga ikut dihidangkan pada acar tersebut.
Hal ini dikarenakan budaya di Desa Al-Kautsar yang beragam. Sehingga terjadi perpaduan budaya.
Lalu, apa saja yang menarik dari festival tersebut? Berikut beberapa foto kegiatan perayaan hari jadi di Desa Al-Kautsar tersebut.
DESA DEFINITIF
Sejarah diadakanya Festival Ketupat Belamak, yaitu sejak Desa Al-Kautsar ditetapkan menjadi desa definitif pada tahun 2008 silam.
TIAP 23 JANUARI
Perayaan Festifal Ketupat Balamak ditetapkan pada tiap tanggal 23 Januari, bertepatan dengan Hari Jadi Desa Al-Kautsar.
SWADAYA
Penyelenggaraan Festival Ketupat Belamak di Desa Al-Kautsar menggunakan dana swadaya, atas kesadaran warganya sendiri.
MENGARAK KETUPAT
Kemeriahan Festival Ketupat Balamak salah satunya dengan mengarak ketupat dengan mobil pikap yang telah dihiasi dengan berkeliling desa.
LOMBA ANTAR RT
Selain mengarak, untuk menambah meriah dan semangat warganya, diadakan lomba antar RT. Lomba ini menilai RT yang paling kreatif dan menarik dalam menghiasi ketupat akan menjadi pemenang.
NASI TUMPENG
Bukan hanya ketupat balamak, nasi tumpeng pun menjadi sajian dalam festival tersebut. Jumlah nasi tumpeng yang disajikan disesuaikan dengan usia desa.
ZIARAH
Untuk mengenang dan menghormati para pendiri Desa Al-Kautsar, pada peringatan hari jadi, juga dilakukan ziarah ke makam para pendiri desa, yaitu Habib Shaleh Al-Iderus.
Editor : Arief