Setiap daerah pasti memiliki tempat-tempat bersejarah, termasuk di Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Daerah yang berjuluk Bumi Tuntung Pandang ini banyak memiliki tempat bersejarah dan perlu diketahui oleh generasi muda.
Berikut lima tempat bersejarah di Kabupaten Tala versi Banuapedia Radar Banjarmasin
1. Bukit Timah
Bukit yang berada di Desa Tanjung Dewa, Kecamatan Panyipatan ini menjadi saksi bisu pertempuran antar penduduk Batakan dengan tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pada tahun 1947. Bukit ini tepat berada di pinggir jalan poros menuju objek wisata Pantai Batakan Baru dan Lama. Dan saat ini bukit tersebut menjadi salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi saat liburan.
2. Bunker
Bunker merupakan peninggalan pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942. Lokasinya di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin. Bunker ini digunakan tentara Jepang untuk mengintai musuh sekaligus mengamankan kegiatan pabrik bijih besi yang berada di bukit setempat.
3. Benteng Tabanio
Benteng Tabanio atau Fort Tabanio merupakan bekas pusat pertahanan militer Belanda yang berada di Distrik Tabanio. Benteng yang berlokasi di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung ini jadi saksi kehebatan pahlawan Bumi Tuntung Pandang Hadji Boejasin. Saat ini benteng hanya menyisakan pondasi saja, namun beredar kabar baik ada wacana benteng tersebut akan dibangun kembali.
4. Lapangan Terbang Maluka Baulin
Lapangan terbang atau bandara ini dibangun pada masa penjajahan Jepang dan berada di Desa Maluka Baulin, Kecamatan Kurau. Dalam pembangunannya, bandara ini dibangun oleh para pekerja paksa dari pribumi yang dinamai Kinrohosi dan Romusha. Lapangan terbang ini menjadi sarana pertahanan Jepang untuk menghadapi sekutu.
5. Masjid Agung Syuhada
Masjid di Jalan Taqwa, Kelurahan Pelaihari, Kecamatan Pelaihari ini merupakan masjid tertua di Kabupaten Tanah Laut. Selain sebagai tempat ibadah, pada jaman dulu masjid ini juga digunakan sebagai tempat pertemuan untuk mengatur strategi para pejuang di Bumi Tuntung. Bahkan Wakil Presiden Mohammad Hatta atau Bung Hatta pernah Salat Jumat di Masjid Syuhada pada 11 Juli 1952.
Editor : Fauzan Ridhani